Selasa, 21 Oktober 2014

News / Internasional

Mayat Osama Dikremasi, Tidak Dibuang ke Laut

Rabu, 7 Maret 2012 | 15:07 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Nasib mayat Osama bin Laden dipertanyakan setelah sejumlah e-mail sebuah perusahaan analisis intelijen bocor. Sejumlah e-mail itu menyatakan, mayat pemimpin teroris itu sebenarnya dikirim ke AS untuk dikremasi.

Mail Online yang mengutip sejumlah e-mail yang bocor itu, Selasa (6/3/2012), melaporkan, mayat bos Al Qaeda yang tewas ditembak dalam serangan Navy SEAL Team Six yang terkenal di kompleks di Abbottabad, Pakistan, diangkut ke AS dan dikremasi. Sejumlah e-mail itu diduga telah diperoleh kelompok peretas Anonymous dari Stratfor, sebuah organisasi yang berurusan dengan analisis intelijen dan analisis geopolitik. Lembaga itu juga dikenal sebagai "CIA Bayangan".

Pekan lalu, Anonymous mengumumkan, mereka telah mendapatkan akses ke 2,7 juta korespondensi rahasia Stratfor. Kelompok peretas itu mengatakan, mereka bisa memberikan "bukti tak terbantahkan untuk sejumlah kejahatan".

Setelah Osama tewas dalam serangan yang terkenal di Pakistan pada 2 Mei 2011, pemerintahan Obama mengatakan, mayatnya ditenggelamkan di laut lepas dari kapal induk USS Carl Vinson.

Namun, dalam serangkaian e-mail yang bocor itu, yang kemudian diberikan kepada Wikileaks, terungkap bahwa wakil presiden perusahaan itu untuk urusan intelijen, Fred Burton, mengatakan, ia meragukan versi resmi Gedung Putih tentang apa yang terjadi pada mayat Osama. Burton mengatakan, mayat Osama "menuju Dover (Delaware) dalam (sebuah) pesawat CIA" dan "seterusnya ke Institut Patologi Angkatan Bersenjata di Bethesda (Maryland)".

Dalam sebuah e-mail lain, Burton mengatakan, "Jika mayat itu dibuang ke laut, suatu hal yang saya ragu, perlakuan itu sangat mirip dengan Adolph Eichman. Orang melakukan hal yang sama terhadap abu anggota Nazi itu. Eichmann terlihat masih hidup selama berbulan-bulan ketika diadili sebelum dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi. Tidak ada orang yang menginginkan tugu peringatan baginya sehingga mereka mengkremasi dia."

Dalam sebuah pernyataan pada 27 Februari, Stratfor mengatakan, "Pada Desember, para pencuri memasuki sistem data Stratfor dan mencuri sejumlah besar e-mail perusahaan, serta informasi pribadi lainnya tentang pembaca, para pelanggan, dan karyawan Stratfor. E-mail-e-mail yang tercuri itu tampaknya akan diterbitkan oleh Wikileaks. Ini tercela, disayangkan, dan ilegal—sebuah pelanggaran privasi.

"Sejumlah e-mail dapat dipalsukan atau diubah sehingga mengandung ketidakakuratan, beberapa mungkin otentik. Kami tidak akan memvalidasi apa pun. Kami juga tidak akan menjelaskan pemikiran yang ada di dalamnya. Setelah properti kami tercuri, kita tidak akan menjadi korban untuk dua kali dengan mengirimkan pertanyaan tentang e-mail-e-mail itu."

Stratfor, yang tidak berafiliasi dengan Pemerintah AS, tidak mau berkomentar lebih lanjut.

E-mail-e-mail itu terungkap saat muncul laporan bahwa sejumlah anggota LulzSec, sebuah cabang Anonymous, ditangkap FBI. Seorang pejabat FBI mengatakan kepada Fox News bahwa penangkapan itu memberi pukulan "menghancurkan" terhadap kelompok peretas itu. "Kami memenggal kepala LulzSec," kata pejabat itu.

Tokoh Adolph Eichman yang disebut Burton adalah seorang letnan Nazi dan arsitek utama Holocaust. Setelah Perang Dunia II berakhir tahun 1945, ia tertangkap pasukan AS. Namun, ia lolos dari pasukan Amerika ketika ia memberi mereka nama palsu. Pelariannya berakhir di Buenos Aires, Argentina. Ia tinggal selama beberapa tahun di sana sampai akhirnya ditangkap agen mata-mata Israel, Mossad, tahun 1960.

Ia dituntut dan dinyatakan bersalah atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam pengadilan Israel tahun 1962. Eichman kemudian digantung, dikremasi, dan abunya disebar ke Laut Mediterania.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: