Rabu, 26 November 2014

News / Internasional

Gadis 11 Tahun Diperkosa di Toilet Restoran

Jumat, 2 Maret 2012 | 03:40 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Seorang gadis berusia 11 tahun ini mengalami serangkaian nasib tragis. Ia beberapa kali diperkosa oleh anak jalanan, salah satunya terjadi di toilet sebuah restoran cepat saji di London, Inggris.

Peristiwa itu terungkap dalam sidang yang digelar di Pengadilan London, Kamis (1/2/2012). Jaksa Elizabeth Smaller mengungkapkan, gadis yang dirahasiakan namanya tersebut juga mengalami paksaan seksual puluhan kali di sejumlah lokasi di London.

Dalam pemberitaan Dailymail, Jumat (2/3/2012), gadis itu diperkosa dalam tiga tanggal terpisah pada September 2009 dan Maret 2010. Pemerkosaan terhadap gadis itu pertama kali terjadi di sebuah taman. Satu di antara dua remaja laki-laki yang merupakan pelaku adalah pentolan geng dan berusia paling muda, yakni 13 tahun.

Beberapa waktu kemudian, pentolan geng tersebut mengajak delapan kawannya dan melakukan perkosaan kedua di rumahnya di wilayah timur London. Pada Maret 2010, si gadis malang itu digiring oleh tiga anggota geng remaja di sebuah toilet McDonalds di East Ham. Salah satu dari pelaku kemudian memerkosanya.

Setelahnya, pada akhir Maret 2010, korban dipojokkan oleh tiga anggota geng remaja laki-laki ke toilet McDonalds di East Ham, London. Salah satu pelaku kemudian memperkosanya.

Pimpinan geng remaja itu, kini berusia 15 tahun, didakwa melakukan tindak pidana pemerkosaan. Namun, polisi membebaskannya dengan uang jaminan menjelang vonis yang akan dibacakan bulan depan.

Ia bersikukuh tidak melakukan perbuatan itu dengan berkilah tengah bermain sepak bola saat kejadian. Namun, jaksa menolak alibinya. "Gadis itu tampaknya telah diperkosa, yang merupakan bagian dari pelecehan dan mungkin ajang pamer keberanian anggota geng," ucap Elizabeth.

Korban pertama kali bertemu anggota geng tersebut dalam sebuah bus yang membawa mereka ke Central Park, di Kota Canning. Di situlah si pentolan geng dan anggotanya meminta kepada gadis itu untuk melayani mereka. Korban berusaha menghindar dan menolak, tetapi pelaku memaksa dan membuat gadis tersebut tak bisa berbuat apa-apa.

Setelah perkosaan secara bergilir tersebut, pelaku mengirim pesan singkat kepada korban dan mengancam agar korban tak memberitahukan kejadian itu kepada siapa pun. Sepekan kemudian, gadis itu mendatangi rumah kepala geng di London timur, tempat perkosaan kedua terjadi.

 


Editor : Laksono Hari W
Sumber: