Kamis, 21 Agustus 2014

News / Internasional

Insiden Laut

Costa Allegra Tiba dengan Selamat di Seychelles

Kamis, 1 Maret 2012 | 14:36 WIB

VICTORIA, KOMPAS.com — Kapal pesiar Costa Allegra, yang membawa lebih dari 1.000 orang, akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Victoria, Kepulauan Seychelles, Kamis (1/3/2012) pagi, setelah tiga hari berada di tengah lautan tanpa listrik.

Palang Merah Seychelles mendirikan beberapa tenda darurat untuk memberi layanan darurat bagi para penumpang. Sementara perwakilan diplomatik Inggris, Perancis, dan Italia sudah bersiap di pelabuhan untuk membantu warga negara masing-masing yang berada di kapal tersebut.

Agen-agen perjalanan berbondong-bondong ke pelabuhan menyiapkan belasan bus untuk segera mengangkut para penumpang ke bandara atau resor-resor wisata di kepulauan tersebut. "Fokus operasi kami saat ini adalah segera memberi penumpang makanan hangat dan kesempatan mandi," tutur Guillaume Albert, pimpinan Creole Travel Service.

Kapal pesiar berbobot 29.000 ton itu kehilangan seluruh sumber energinya setelah terjadi kebakaran pada kamar mesin, Senin (27/2/2012) dini hari. Tanpa listrik, seluruh fasilitas bagi penumpang di kapal mewah itu tak bisa diaktifkan, mulai dari pendingin ruangan, alat masak, lampu, sampai toilet dan shower kamar mandi.

Kapal pun harus ditarik oleh satu kapal penangkap ikan tuna asal Perancis dan dua kapal tunda dari Seychelles melewati perairan rawan bajak laut untuk menuju pelabuhan di ibu kota Seychelles, Victoria, di Pulau Mahe.

Komandan Penjaga Pantai Seychelles Letnan Kolonel Georges Adeline mengatakan, pihaknya mengirim dua kapal penjaga pantai lengkap dengan petugas bersenjata untuk mengawal kapal masuk ke kawasan pelabuhan untuk mengantisipasi serangan perompak.

"Fokus utama kami adalah kemungkinan serangan para perompak. Jadi, kami mengirim para pengawal dengan senapan otomatis dalam dua kapal. Kapal yang lebih besar akan berjaga di tengah laut, sementara kapal yang lebih kecil akan mendampingi kapal Costa Allegra masuk ke pelabuhan," tutur Adeline.


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Nasru Alam Aziz
Sumber: