Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:36 WIB
Multilateral
Menlu AS Bicarakan Suriah dengan Presiden Tunisia
Josephus Primus | Josephus Primus | Sabtu, 25 Februari 2012 | 18:01 WIB
|
Share:
AFP
Bebaskan Suriah. Sejumlah pria bersenjata Irak di perbatasan Suriah memperlihatkan dukungan bagi para pemberontak Suriah.
Foto:

TERKAIT:

KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton bertemu dengan Presiden Tunisia Moncef Marzouki pada Sabtu (25/2/2012). Kala itu, Clinton melanjutkan lawatan di Tunisia setelah pertemuan global mengenai Suriah yang meningkatkan tekanan pada Presiden Bashar al-Assad.
   
Pada awal pembicaraan dengan Presiden Moncef Marzouki, Clinton mengatakan pertemuan "Para Sahabat Suriah" berhasil dengan diikuti lebih dari 60 menteri luar negeri di Tunisia. "Konferensi ini cukup sukses dan penghargaan besar bagi Tunisia, dan pernyataan  Anda serta kepemimpinan perdana menteri adalah sinyal yang sangat kuat," katanya.
   
Pertemuan tersebut mengeluarkan deklarasi yang menyerukan segera diakhirinya kekerasan dan pemberian sanksi-sanksi baru terhadap Suriah. Para pemantau di Suriah mengatakan lebih dari 7.600 orang telah
tewas sejak pemberontakan terhadap kekuasaan Assad meletus Maret lalu.
   
Kelompok itu menyerukan pemerintah Suriah segera menghentikan semua kekerasan untuk memungkinkan akses kemanusiaan dan berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah menerapkan serta  menegakkan peraturan-peraturan dan sanksi terhadap rezim.
   
Dalam pertemuan tersebut Hillary Clinton mengatakan Assad akan membayar biaya berat karena  mengabaikan kehendak masyarakat internasional. "Rezim Assad telah mengabaikan peringatan dan menyia-nyiakan setiap kesempatan, serta mematahkan setiap perjanjian," katanya.
   
"Dihadapkan dengan penentuan para demonstran yang menuntut hak dan martabat mereka, rezim ini menciptakan bencana kemanusiaan yang mengerikan," demikian Hillary Clinton.