Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:35 WIB
Kerusakan Otak, Pangeran Belanda Sulit Siuman
Pieter P Gero | Nasru Alam Aziz | Jumat, 24 Februari 2012 | 22:13 WIB
|
Share:
2space.net Pangeran Johan Friso

AMSTERDAM, KOMPAS.com -- Pangeran Johan Frisco (43), putra kedua dari tiga putra Ratu Belanda Beatrix kemungkinan tidak pernah sadarkan diri kembali, karena menderita kerusakan otak cukup parah. Frisco tertimbun salju yang longsor saat bermain ski di Austria pekan lalu.

Dokter Wolfgang Koller, dokter pada Rumahsakit Inssbruck, tempat pangeran Frisco dirawat, mengemukakan bahwa diperlukan hampir 50 menit untuk menyadarkan kembali Pangeran Frisco setelah dikeluarkan dari timbunan salju. Sang pangeran ini terkubur sekitar 25 menit sebelum regu penolong berhasil mengeluarkannya.

"Jelas kekurangan oksigen telah menyebabkan kerusakan otak yang cukup luas," ujar Koller dalam jumpa pers yang juga disiarkan secara langsung oleh televisi Belanda, Jumat (24/2/2012). "Pada kondisi sekarang, sulit untuk memprediksi apakah dia bisa kembali siuman," katanya.

Pangeran Frisco yang sudah menikah dan memiliki dua putri, akan dipindahkan ke klinik rehabilitasi untuk perawatan lebih lanjut. Koller mengingatkan, kemungkinan memerlukan waktu beberapa tahun sebelum bisa siuman dari koma. Setiap pemulihan dari kerusakan otak yang siginifikan seperti ini memerlukan waktu beberapa bulan bahkan sampai tahunan.

Pangeran Frisco tertimbun salju saat bermain ski di Lech, Austria. Dia tetap bermain dengan seorang teman semasa kecil di desa kecil di Pegunungan Alpine itu, sekalipun ada peringatan agar berhati-hati terjadi longosran salju. Lokasi ini menjadi tempat bermain ski keluarga Kerajaan Belanda setiap musim dingin.

Rekan Pangeran Frisco selamat dari longsoran salju, karena membawa kantong udara. Frisco ditemukan karena berhasil memancarkan sinyal yang dibawanya, dan kemudian dilarikan dengan helikopter ke rumah sakit di Inssbruck.

"Upaya selama 50 menit untuk menyadarkan kembali pangeran termasuk sangat lama, bahkan terlalu lama," ujar Dr Koller.

Guna meminimalisasi kerusakan otak setelah insiden, telah dilakukan pemindaian otak pada Kamis. Dengan memberi kondisi dingin pada pasien, akan bisa membantu melindungi otak pangeran Frisco dari kerusakan yang lebih parah. "Tak beruntung, harapan ini tidak sepenuhnya berhasil," ujar Koller.

Anggota keluarga Kerajaan Belanda termasuk Ratu Beatrix, kakaknya putra mahkota Pangeran Willem-Alexander dan anggota keluarga lainnya sudah berada di rumah sakit sejak insiden ini terjadi . Istrinya, Putri Mabel juga hadir dengan pakaian warna gelap.

Pangeran Frisco bekerja beberapa tahun sebagai banker investasi pada Goldman Sachs. Dia relatif rendah hati dan bersahaja di antara sanak keluarga Kerajaan Belanda. Dia relatif tak banyak dikenal sampai bertunangan dengan Putri Mabel, perempuan biasa Belanda yang dikenal sebagai Wisse Smit.