TAMPA, KOMPAS.com - Harta karun seberat 17 ton, berupa koin perak yang diangkat dari sebuah kapal Spanyol yang tenggelam ditembak kapal perang Inggris pada tahun 1804, Jumat (24/2/2012) akhirnya kembali lagi ke Spanyol.
Kapal Spanyol ini tenggelam saat perjalanan pulang dari Amerika Selatan menuju Spanyol, namun tenggelam di Samudera Atlantis, di lepas pantai Portugal.
Kembalinya koin perak sebanyak 594.000 buah ini, sekaligus berakhirnya upaya Spanyol selama lima tahun ini untuk memiliki kembali koin-koin itu.
Harta karun dengan nilai skeitar 500 juta dollar AS atau Rp 4,5 triliun itu, ditemukan oleh perusahan eksplorasi harta karun, Odyssey Marine Exploration pada tahun 2007 setelah mereka melakukan eksplorasi di lepas pantai Portugal. Odyssey dilaporkan mengeluarkan biaya 2,6 juta dollar AS untuk menemukan koin-koin tadi.
Harta karun ini diduga berasal dari lambung kapal Spanyol, Nuestra Senora de Las Mercedes. Dengan nilai harta karum 500 juta dollar AS ini, dinilai sebagai harta karum termahal yang pernah ditemukan sepanjang sejarah.
Harta karum ini kembali ke Spanyol dengan diangkut dua pesawat angkut Hercules C-130 milik AU-Spanyol dari Pangkalan AU-AS di Florida. Dutabesar Spanyol untuk AS, Jorge Dezcallar de Mazar, menyaksikan pengembalian koin tadi ke Spanyol.
Hari Kamis, pemerintah Peru mengajukan seruan kepada Mahkamah Agung AS, agar memblok pengiriman koin-koin itu dan memberikan waktu bagi Peru menyampaikan keberatannya, berkenaan dengan hak kepemilikan atas koin-koin tadi. Peru mengklaim koin-koin tadi sebagai milik mereka yang diambil oleh pedagang Spanyol dan diangkut dengan kapal tadi.
