AFP PHOTO/SABAH ARAR
Warga Irak melihat kerusakan yang disebabkan ledakan bom di Baghdad pada Kamis (23/2/2012). Gelombang bom dan penembakan di seluruh Irak menewaskan setidaknya 32 orang dan melukai puluhan orang lainnya.
MOSKWA, KOMPAS.com — Setidaknya 60 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya cedera akibat rangkaian ledakan yang terjadi di wilayah yang dekat dengan ibu kota Irak, Baghdad, Kamis (23/2/2012), demikian laporan Al Arabiya yang mengutip pejabat keamanan.
Ledakan yang menargetkan terutama pasukan keamanan mengguncang kota di utara Baghdad, Balad, serta distrik Karrada, Mansour, Diyala, dan wilayah Syiah; Kadhimiya dan Doura, lapor Al Arabiya.
Menurut polisi, lebih dari 60 orang dilaporkan tewas dan setidaknya 200 orang terluka akibat ledakan.
Kendati tidak ada kelompok gerilyawan yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut, polisi menduga Al Qaeda menjadi dalang ledakan tersebut.
Pada Januari, kelompok Al Qaeda negara Islam Irak menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap peziarah Syiah dengan menegaskan bahwa mereka akan melanjutkan serangan kepada negara dan akan "memberikan ancaman".
Pada Minggu pekan lalu, sebanyak 18 orang dilaporkan tewas di dekat akademi kepolisian di Baghdad. Ratusan orang tewas akibat ledakan di Irak sejak penarikan tentara Amerika Serikat dari negara 1.001 malam itu pada 18 Desember.
