Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:25 WIB
Skandal
Strauss-Khan Terus Dicecar soal Pesta Seks
Pieter P Gero | Agus Mulyadi | Rabu, 22 Februari 2012 | 22:49 WIB
|
Share:

LILLE, KOMPAS.com — Mantan Direktur Dana Moneter Internasional, Dominique Strauss-Khan, sampai dengan Rabu (22/2/2012) ini masih terus diperiksa kepolisian Perancis di kota Lille.

Pemeriksaan yang sudah memasuki hari kedua itu berkaitan dengan tuduhan bahwa dia mengambil bagian dalam pesta seks yang diselenggarakan sebuah geng korup. Geng ini diduga bagian dari jaringan prostitusi internasional.

Seperti dilaporkan kantor berita AP, Rabu, mantan Menteri Sosialis Perancis berusia 62 tahun, yang sampai tahun lalu masih difavoritkan menggantikan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, itu diperiksa kepolisian sepanjang hari. Pemeriksaan dilakukan setelah pihak hakim memperpanjang masa penahanannya untuk 24 jam lagi.

Pemeriksaan kemungkinan akan diperpajang lagi. Namun, sumber dekat dengan pengadilan mengatakan, Strauss-Khan kemungkinan dilepas polisi pada Rabu malam waktu setempat.

Hakim akan segera mnemutuskan apakah dia akan dibebaskan tanpa tuduhan, atau akan terus diperiksa resmi atas tuduhan "terlibat dalam kegiatan oleh sebuah geng yang terorganisasi" atau "penyalahgunaan dana perusahaan".

Jika tuduhan ini terbukti, berdasarkan UU Perancis, Strauss-Khan bisa dikenakan hukuman hingga 20 tahun penjara.

Strauss-Khan yang dikenal sebagai negarawan kaya berlevel internasional, dengan istri yang punya harta warisan yang besar, serta tinggal di kawasan elite kota Paris ini, semalam melewatkan waktunya di ruang tahanan polisi seluas 7,5 meter persegi dengan toilet seadanya.

Pihak penyidik memeriksa Strauss-Khan untuk mengetahui apakah dia sadar bahwa perempuan yang menemaninya dalam sebuah pesta di restoran, hotel, dan klub di Paris dan Washington DC itu adalah seorang pelacur.

Mengutip sumber yang dekat dengan pihak penyidik, Strauss-Khan sudah mengatakan kepada pihak berwajib bahwa dia tidak tahu bahwa perempuan muda yang menemaninya itu adalah pelacur. Beberapa dari perempuan itu diperkenalkan kepadanya oleh sejumlah perwira polisi senior.

Mantan Direktur IMF ini mengatakan, dia punya kehidupan seks yang tidak lazim, tetapi dia menolak terlibat dalam pesta atau geng yang berkaitan dengan jaringan prostitusi internasional.

Sejauh ini, dua pengusaha Perancis, Fabrice Paszkowski, seorang konglomerat alat medis yang punya hubungan dengan Partai Sosialis tempat Strauss-Khan, dan David Roquet, mantan Direktur BPT Eiffage, sebuah perusahaan bangunan raksasa, telah dituduh terlibat dalam jaringan prostitusi ini.

Kedua pengusaha ini dituduh punya hubungan dengan jaringan prostitusi yang berpusat di Perancis dan Belgia, dan sering mengadakan pesta di Carlton Hotel di Lille. Hotel ini dikenal sebagai tempat pertemuan bisnis dan elite politik lokal.

Sejauh ini, delapan orang telah siap diajukan ke pengadilan berkaitan dengan "skandal Carlton", termasuk tiga eksekutif dari hotel mewah ini.

Dikatakan, pesta seks terakhir berlangsung dalam sebuah perjalanan grup dari Lille ke Washington DC, Amerika Serikat, antara 11 Mei dan 13 Mei tahun lalu.

Sehari kemudian, yakni 14 Mei, Strauss-Khan ditahan di New York menyusul adanya tuduhan dari seorang pelayan hotel, Nafissatou Diallo, bahwa Strauss-Khan melakukan pelecehan seks atas dirinya di kamar mewahnya di hotel itu. Namun, tuduhan ini dibatalkan karena polisi meragukan kesaksian dan pengakuan Diallo.

Strauss-Khan kembali ke Perancis, tetapi kini menghadapi tuduhan dan penyidikan lebih lanjut berkaitan dengan skandal seks, yang melibatkan sebuah jaringan prostitusi internasional dengan sejumlah pesta seks.