shutterstock
Ilustrasi
PESHAWAR, KOMPAS.com — Seorang pengendara sepeda motor meledakkan bom bunuh diri di sebuah pasar di daerah berpenduduk mayoritas Syiah di Pakistan barat laut, Jumat (17/2/2012), yang menewaskan sedikitnya 26 orang, dalam serangan paling mematikan dalam waktu sebulan.
Bom itu meledak di sekat sebuah masjid ketika shalat Jumat sedang berlangsung di Parachinar, daerah yang dilanda kekerasan sektarian antara mayoritas Sunni dan minoritas Syiah di kawasan suku Pakistan yang berbatasan dengan Afganistan.
Parachinar adalah kota utama di Kurram, bagian dari kawasan suku semi-otonomi di mana pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan serangan terhadap Taliban dan gerilyawan yang terkait dengan Al Qaeda, dan wilayah itu disebut Washington sebagai sarang teror internasional terbesar di dunia.
Pengeboman itu merupakan serangan paling mematikan di Pakistan sejak ledakan bom yang dikendalikan dari jarak jauh menewaskan sedikitnya 35 orang di daerah suku Khyber pada 10 Januari. "Sedikitnya 26 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri itu," kata kepala daerah Sahibzada Mohammad Anees kepada AFP. "Seorang penyerang bersepeda motor meledakkan dirinya di sebuah pasar yang ramai."
Sekitar 54 orang cedera dalam pengeboman itu dan 37 orang masih dirawat di rumah sakit. Beberapa dari mereka dalam kondisi kritis, kata pemimpin Kurram, Shahab Ali Shah, kepada AFP.
Sebuah kelompok sempalan Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. "Kami mengirim penyerang bom bunuh diri setelah serangan-serangan terhadap muslim Sunni oleh suku Syiah di daerah itu," kata Fazal Saeed kepada AFP, yang mengklaim dirinya sebagai pemimpin kelompok Tehreek-e-Taliban Islami.

