Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:10 WIB
Korsel-AS Latihan Antikapal Selam di Laut Kuning
| Kistyarini | Kamis, 16 Februari 2012 | 11:49 WIB
|
Share:
worlportsource.com Peta Korea Selatan

SEOUL, KOMPAS.com — Angkatan Laut Amerika Serikat dan Korea Selatan akan menggelar latihan bersama antikapal selam di Laut Kuning, pekan depan, untuk menjaga serangan potensial oleh Korea Utara, kata Kementerian Pertahanan di Seoul, Kamis (16/2/2012).

Latihan itu akan berlangsung 20-24 Februari akan melibatkan sejumlah kapal selam dan kapal perang dari kedua negara, kata juru bicara kementerian itu kepada AFP tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Surat kabar JoongAng Ilbo mengatakan, latihan akan melibatkan sekitar 20 kapal termasuk dua kapal Aegis dari Amerika Serikat dan satu dari Korea Selatan, serta helikopter Lynx dan pesawat pengintai P3-C antikapal selam. Mengutip seorang pejabat militer Seoul, latihan itu katanya akan menjadi latihan antikapal selam terbesar bersama dilakukan oleh sekutu.

Kedua negara menggelar latihan antikapal selam bersama pada September 2010, sebulan setelah Seoul menuduh Pyongyang menembakkan torpedo ke kapal perang yang menewaskan 46 pelautnya di Laut Kuning, Maret 2010.

Korea Utara menyangkal pihaknya menenggelamkan kapal itu. Namun, pada November tahun itu Pyongyang menembaki sebuah perbatasan pulau, menewaskan empat warga Korea Selatan.

Latihan bersama mendatang, mendahului dua latihan besar bersama lainnya, dan terjadi pada saat yang sensitif di Korea Utara yang mengalami transisi kekuasaan. Pyongyang telah mengambil nada memusuhi Seoul sejak Kim Jong Un, putra bungsu mendiang pemimpin Kim Jong Il, mengambil alih kekuasaan setelah kematian ayahnya Desember lalu.

Latihan militer Korea Selatan dan Amerika Serikat akan dimulai pada 27 Februari dan berlanjut sampai 9 Maret. Secara terpisah, gelar latihan bersama angkatan udara, darat dan laut yang dikenal sebagai "Foal Eagle" akan dilakukan pada 1 sampai dengan 30 April. Korea Utara mengecam latihan-latihan itu sebagai gila perang.

Sumber :
ANT, AFP