Senin, 22 Desember 2014

News / Internasional

OKI Desak Penyelesaian Konflik Suriah

Rabu, 15 Februari 2012 | 20:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendesak penyelesaian konflik di Suriah. OKI juga meminta Departemen Urusan Kemanusiaan OKI segera mempersiapkan program kemanusiaan darurat untuk menghadapi kondisi yang memburuk di Suriah.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu dalam siaran pers, Rabu (15/2/2012).

Ihsanoglu menyerukan kepada semua negara anggota OKI, lembaga keuangan dan kemanusiaan, serta seluruh dermawan untuk menyiapkan semua jenis bantuan yang bisa diberikan untuk membantu masyarakat Suriah yang sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang akut.

OKI merupakan organisasi antarpemerintahan terbesar kedua setelah PBB. Saat ini, OKI memiliki 57 anggota yang tersebar di empat benua. OKI menjadi penyuara kolektif dunia Islam serta untuk memastikan, menjaga, dan melindungi kepentingan dunia Islam.

OKI selalu mendasari diri dengan semangat mempromosikan perdamaian internasional, kehidupan yang harmoni antarbangsa.

OKI didirikan melalui keputusan konferensi tingkat tinggi (KTT) bersejarah yang berlangsung di Rabat, Kerajaan Maroko, 25 September 1969 (12 Rajab 1389 Hijriah). Pertemuan KTT ini dilakukan sebagai reaksi atas pembakaran Masjid Al-Aqso di Jerusalem.


Penulis: Imam Prihadiyoko
Editor : Nasru Alam Aziz