AFP PHOTO/MOHAMMED HUWAIS
Wakil Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang menjabat kepala negara Yaman, menghadiri upacara peresmian pencalonannya sebagai calon presiden untuk pemilihan umum, di Sanaa, Selasa (7/2/2012). Pemerintahnya menawarkan perundingan gencatan senjata dengan sayap Al Qaeda di Yaman.
SANAA, KOMPAS.com — Sayap Al Qaeda berpangkalan di Yaman, Jumat (10/2/2012), mengatakan pihaknya sepakat memulai perundingan yang ditawarkan oleh Pemerintah Yaman untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di provinsi selatan Abyan yang dilanda perang.
"Kami menyepakati tawaran mediasi pemerintahan transisi Yaman untuk memasuki perundingan untuk menetapkan dan mencapai gencatan senjata jangka panjang di Abyan," kata sayap Al Qaeda dalam satu pernyataan yang diperoleh Xinhua.
Perundingan-perundingan saat ini sedang berlangsung di kota yang dikuasai Al Qaeda, Jaar, di Provinsi Abyan, sekitar 480 kilometer sebelah selatan ibu kota Sanaa, katanya.
Tim mediasi pemerintah dipimpin oleh anggota parlemen Awad al-Wazeer dan mediator suku Abyan, Sheikh Ali Bal-Eidy serta Sheikh Haidara al-Dahah, menurut pernyataan yang dikeluarkan Ansar al-Syariah, nama lokal jaringan Al Qaeda kawasan yang bermarkas di Yaman, di Semenanjung Arab (AQAP).
"Kami meletakkan persyaratan kami sebelum tim mediasi pemerintah mencapai kesepakatan gencatan senjata, termasuk penarikan seluruh pasukan pemerintah dari Abyan, kompensasi untuk para pengungsi, rekonstruksi kota Abyan, dan bahwa Ansar al-Syariah akan mengambil tanggung jawab polisi provinsi dan urusan peradilan," katanya.
Para pejabat keamanan di Provinsi Abyan mengonfirmasi pernyataan Al Qaeda, mengatakan bahwa upaya mediasi selama sepekan di Jaar berhasil memajukan proses perundingan perdamaian dengan para pemimpin AQAP.
Sejak Januari 2011, kelompok Al Qaeda itu telah meningkatkan serangan terhadap pasukan pemerintah dan merebut beberapa kota di wilayah negara selatan tanpa hukum, di mana kontrol pemerintah pusat telah melemah oleh aksi protes selama setahun terhadap pemerintahan 33 tahun Presiden Ali Abdullah Saleh.
Perkembangan itu terjadi hanya 10 hari menjelang pemilihan presiden negara itu yang bertujuan untuk mengakhiri kerusuhan yang berlangsung beberapa bulan.
Awal pekan ini, pejabat Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, meluncurkan kampanye sebagai calon presiden tunggal untuk pemilu 21 Februari, yang digelar berdasarkan kesepakatan alih-kekuasaan yang didukung PBB yang diperantarai oleh negara-negara Teluk.
Dalam pertemuan dengan diplomat asing di Yaman, Rabu (8/2/2012), Hadi menegaskan kembali sikap pemerintahnya dalam memerangi terorisme.
"Kami tidak akan bernegosiasi atau mencari kompromi dengan kelompok teroris ... dan pertempuran kami akan terus untuk menghilangkannya dengan semua cara yang mungkin," katanya seperti dikutip oleh kantor berita resmi Saba.

