Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 19:54 WIB
Prediksi
Permintaan Minyak Turun
Josephus Primus | Josephus Primus | Jumat, 10 Februari 2012 | 19:38 WIB
|
Share:

KOMPAS/A PONCO ANGGORO
Pompa angguk untuk menyedot minyak bumi dari dalam tanah berada di dekat apartemen-apartemen mewah di tengah kota Daqing, China, pertengahan Mei lalu. Terdapat sedikitnya 70.000 sumur minyak, mayoritas di antaranya menggunakan pompa angguk, di kota Daqing. Ladang minyak bumi Daqing memberikan kontribusi paling besar dalam produksi minyak China.

TERKAIT:

KOMPAS.com - Badan Energi Internasional (IEA) menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak tahun ini sebesar 0,8 juta barel per hari (bph) dari 1,1 juta barel per hari. Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi global pada 2012 menjadi 3,3 persen dari 4,0 persen.
   
IEA sebagian besar optimistis tentang dampak sanksi internasional yang lebih ketat terhadap Iran, termasuk larangan impor Uni Eropa yang mulai berlaku pada Juli. "Meskipun ada sanksi baru yang lebih keras oleh masyarakat internasional, pasar sebagian besar masih menangkap situasi dengan tenang," kata IEA, pemantauan energi dan forum kebijakan dari OECD, dalam tinjauan bulanannya.
   
IEA mengatakan pasar pada 2012 mungkin memiliki cukup fleksibilitas sisi penawaran untuk menyesuaikan dengan setiap kehilangan volume di Iran. Hal ini memberikan OPEC  kapasitas ruang dan harapan sumber-sumber baru.
   
"Sementara persepsi masalah pasokan yang akan datang jelas menempatkan sebuah lantai di bawah harga minyak untuk saat ini," kata IEA sebagaimana warta AP dan AFP pada Jumat (10/2/2012).
Hal itu telah mematahkan dingin yang parah di Eropa yang telah mendorong harga minyak mentah Brent ke tertinggi enam bulan pada awal Februari.
   
Pada perdagangan Asia, Jumat, kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun 36 sen menjadi 99,48 dollar AS per barrel. Sedangkan, minyak mentah Brent North Sea untuk Maret turun 44 sen menjadi 118,15 dollar AS.
   
Perkiraan baru permintaan minyak global 89,9 juta barrel per hari oleh IEA, yang mewakili konsumen negara-negara industri. Hal ini sedikit lebih tinggi dari proyeksi kartel minyak OPEC, yang memangkas prediksi permintaan 2012 pada Kamis menjadi 88,76 juta barrel per hari.
   
IEA mengatakan, pasokan minyak global meningkat sebesar 0,1 juta barel per hari pada Januari menjadi 90,2 juta barrel per hari dengan kenaikan di negara-negara OPEC mengimbangi penurunan 0,2 juta barrel per hari di non-OPEC.
   
IEA mengatakan pasokan minyak mentah OPEC naik 30,9 juta barrel per hari pada Juli, tingkat tertinggi sejak Oktober 2008, karena minyak Libya kembali ke pasar setelah konflik tahun lalu, sementara Arab Saudi dan UEA meningkatkan produksinya.
   
Dicatat bahwa tingkat 0,9 juta bph di atas target 30,0 juta bph ditetapkan oleh para menteri OPEC pada Desember.
   
IEA juga mencatat komentar Saudi baru-baru ini, bahwa pihaknya bisa meningkatkan produksi dengan cepat lebih dari 2,0 juta bph, lebih dari cukup untuk 1,0 juta bph dari 2,6 juta bph produksi Iran yang dapat dipengaruhi oleh sanksi.
   
Negara-negara OPEC lainnya diharapkan untuk menambahkan 0,85 juta bph produksi baru tahun ini dan negara non-OPEC  meningkatkan produksi sebesar 1,0 juta bph, tambah IEA.