Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:11 WIB
Kebijakan
Penting Enggak Penting, Pidato Tetap Kena "Gunting"
Josephus Primus | Josephus Primus | Kamis, 9 Februari 2012 | 16:59 WIB
|
Share:
shutterstock

KOMPAS.com — Siksaan menyakitkan adalah pembatasan waktu berpidato bagi para pejabat maupun politisi. Padahal, golongan macam ini sudah sohor dengan kebiasaan "banyak cakap".

Untuk pertemuan kunci, lama bercuap-cuap maksimal sejam. Lalu, untuk pertemuan tak penting, beleid anyar itu mempersilakan para pejabat dan politisi berkoar selama setengah jam.

Adalah Wali Kota Guangzhou Wan Qingliang yang sudah mengajukan proposal berisi kewajiban bagi para pejabat dan politisi membatasi waktu berpidato. Untuk pertemuan kunci, lama bercuap-cuap maksimal sejam. Lalu, untuk pertemuan tak penting, beleid anyar itu mempersilakan para pejabat dan politisi berkoar selama setengah jam. "Saya sudah memberi contoh sendiri dengan menyelesaikan pidato saya pada 58 menit," kata Wan seperti dikutip oleh Guangzhou Daily pada Kamis (9/2/2012).
    
Para pejabat China sering kali memberikan pidato selama berjam-jam. Mereka suka mengumbar bicara monoton. Alhasil, penonton kadang-kadang tertangkap tertidur. Bahkan, dalam acara besar yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah, televisi CCTV.
    
Sebuah opini dalam surat kabar yang dikelola negara, Global Times, pada 2009, bertajuk "Mengapa Pidato China Begitu Membosankan?" mengeluhkan miskinnya kemampuan pidato publik. Tulisan itu pun mengatakan kurangnya kemampuan pidato publik menunjukkan kurangnya karisma di antara para pejabat.
   
Tulisan itu pun menyebutkan penyebabnya adalah kurangnya pelatihan di sekolah. Tulisan itu juga menambahkan cara penyampaian pidato resmi dengan duduk tegak dan kaku serta nada tinggi dan serius telah menjadi teknik pidato nasional secara umum.
   
Kabarnya, lalu, usulan Wan telah memperoleh banyak dukungan. "Dalam banyak kasus, kita membahas isu-isu dalam keadaan bosan dan lelah karena adanya pidato panjang dan tidak ada banyak waktu yang tersisa untuk membuat keputusan," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Tang Jinhua seperti dikutip oleh kantor berita resmi Xinhua.

Jinhua juga mengusulkan untuk mengurangi jumlah dokumen yang tidak perlu digunakan dalam pertemuan. "Beberapa dokumen tidak diperlukan sama sekali dan kami hanya membuangnya setelah membaca judulnya," katanya.