Dailymail/Quirky China News
Ho Yide, bocah berusia 4 tahun, dipaksa ayahnya lari di jalan bersalju di suhu minus 13 derajat Celcius.
NEW YORK, KOMPAS.com — Hanya mengenakan celana dalam, seorang bocah berusia 4 tahun dipaksa menahan udara beku dan beraktivitas fisik berat. Dengan alasan demi membangun "temperamen maskulin", ayah bocah bernama Ho Yide itu memaksa anak yang masih kecil itu berlari di jalanan yang bersalju ketika suhu udara mencapai minus 13 derajat celsius pada malam tahun baru Imlek lalu.
Pakaian bocah balita itu sangat tidak layak untuk suhu sedingin itu. Dia hanya mengenakan celana dalam berwarna kuning dan kedua kakinya dibalut sepatu olahraga. Sang ayah, He Liesheng, mengatakan, gaya mendidiknya yang keras itu membantu putranya mengatasi beberapa kesulitan pertumbuhan setelah dia dilahirkan prematur.
He merekam "latihan fisik" yang dijalani putranya, lalu menyebarkannya ke teman-temannya. Ketika video itu beredar di dunia maya, He langsung mendapat kecaman yang sangat keras, terutama dari China.
Dalam wawancara dengan sebuah media di kota asalnya, Nanjing, He mengaku latihan itu dilakukan pada malam tahun baru China pada Januari lalu. Tidak jelas di kota apa latihan keras itu dilakukan. Namun, mobil-mobil yang terlihat dalam video itu bernomor polisi kota New York, Amerika Serikat. New York Daily News melaporkan, Rabu (8/2/2012), menurut Badan Cuaca Nasional, hari itu ketebalan salju mencapai 5 sentimeter dan temperatur udara minus 13 derajat celsius.
Dalam video itu, Ho kecil terlihat menggigil. Terdengar suara lelaki dewasa yang menyuruhnya berlari dan berlatih. Beberapa kali Ho Yide terlihat menangis. Dia sempat berhenti dengan tangan mengepal menahan dingin. Sempat terdengar permintaannya, "Peluk aku." Sang ayah juga menyuruhnya melakukan push up ketika bocah itu mengeluh kedinginan.
"Dia mau berlari di salju tanpa berpakaian, tidak mungkin saya melepas bajunya. Dia memang tidak senang ketika merasakan dingin," kata He, seorang pengusaha perlengkapan tempat tidur.
Karena tindakannya itu, He mendapat julukan "Ayah Elang" di China. Julukan itu merujuk pada burung elang yang mengajari terbang bayi-bayinya dengan cara mendorongnya dari sarang.
He Liesheng mengaku Ho Yide diajarinya kungfu, menari, bersepeda, dan mendaki gunung. Bahkan, katanya, dia pernah melempar bocah itu ke air yang sangat dingin dengan alasan menjadikannya bocah yang tangguh. "Saya juga memberinya es krim di musim dingin untuk melatih perutnya agar terbiasa dengan dingin. Dia jarang terkena flu atau demam," ujar sang ayah.
Menurut asisten pribadi He Liesheng, Xin Lijuan, He dan keluarganya berlibur ke New York selama liburan tahun baru Imlek bulan lalu. He memutuskan untuk menyambut tahun naga dengan cara tak biasa. "Anak itu setuju dan sebelum berlari, dia melakukan pemanasan dengan lari-lari kecil sebelumnya," kata Xin seperti dikutip AFP.
"Anak itu sudah menjalani berbagai bentuk latihan sejak kecil. Waktu umurnya baru satu tahun, dia mulai berenang di air yang suhunya 21 derajat celsius," ungkap perempuan itu.
Menurut Xin, Ho Yide dilahirkan prematur dengan sejumlah masalah kesehatan. Salah satunya, otaknya dipenuhi cairan. Dengan kondisinya itu, para dokter yang merawatnya memprediksi bocah itu akan menderita cerebral palsy. "Tetapi, sekarang dia tidak mengalami masalah apa pun," lanjut Xin, yang menyebut semua itu berkat gaya mendidik sang ayah yang intens.

