Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 21:05 WIB
Jalur Pelayaran
Shatt Al-Arab Kembali Dibuka untuk Kegiatan Komersial
Dahono Fitrianto | Nasru Alam Aziz | Rabu, 8 Februari 2012 | 00:00 WIB
|
Share:
en.wikipedia.org Sungai Shatt Al-Arab di Irak.

AL-NASHWA, KOMPAS.com — Sungai Shatt Al-Arab (Arvand Rud dalam bahasa Persia) di Irak kembali dibuka untuk kegiatan komersial, Selasa (7/2/2012), setelah tertutup selama lebih dari 30 tahun. Pada tahap awal, kegiatan komersial di jalur sungai yang bermuara di Teluk Persia itu adalah lalu lintas angkutan alat berat untuk mendukung operasi ladang minyak Majnoon milik Irak.

Sungai sepanjang 200 kilometer yang terbentuk dari gabungan dua sungai utama Irak, Eufrat, dan Tigris, berbatasan langsung dengan wilayah Iran, dan menjadi pangkal pemicu Perang Irak-Iran pada 1980-1988. Jalur pelayaran satu-satunya yang menghubungkan wilayah Irak dengan Teluk Persia itu ditutup untuk kegiatan perdagangan sejak perang tersebut berkecamuk.

"Shatt Al-Arab lahir kembali setelah ditutup selama 31 tahun. Ada pelabuhan-pelabuhan lain di Shatt Al-Arab, tetapi secara komersial, ini adalah kali pertama Irak berhasil membuat Shatt Al-Arab menjadi jalur pelayaran yang akan membantu angkutan peralatan berat," tutur Mehdi Badah Hussein, ketua komite bersama pengembangan ladang minyak Majnoon, yang terletak tak jauh dari sungai tersebut.

Konsorsium raksasa perusahaan minyak Shell dan Petronas dari Malaysia menandatangani kontrak dengan Pemerintah Irak pada Januari 2010 untuk mengoperasikan lapangan minyak raksasa di Majnoon. Konsorsium tersebut meresmikan pelabuhan utama di Shatt Al-Arab, Selasa, yang akan menjadi pintu masuk berbagai peralatan berat untuk keperluan pengeboran minyak di ladang minyak Majnoon.

"Ini sangat penting. Saya berharap kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan ini di masa depan akan membawa berbagai barang dagangan," tutur Ole Myklestad, General Manager Shell Majnoon.

Minyak hasil eksploitasi ladang minyak itu tidak akan diekspor melalui pelabuhan di Shatt Al-Arab, tetapi akan dikirim menggunakan jalur pipa minyak. Namun, diharapkan, pelabuhan ini akan bermanfaat bagi pengembangan perekonomian di Irak.

Pelabuhan tersebut terletak 80 kilometer ke arah hulu dari muara Shatt Al-Arab. Kapal-kapal akan diharuskan membayar bea masuk di Umm Qasr yang terletak di sebelah selatan jalur pelayaran itu sebelum masuk ke pelabuhan.

 

 

 

Peta bisa dilink di: http://g.co/maps/jfbnm atau http://maps.google.co.id/maps?q=Shatt+Al-Arab,+Al+Basrah,+Iraq&hl=id&ll=30.173625,48.313751&spn=0.988939,1.234589&sll=38.909956,-77.041965&sspn=0.013909,0.01929&oq=shatt+al+arab&hnear=Basra,+Basrah,+Governorat+Basra,+Irak&t=m&z=10

Credit peta : Google Maps

Sumber :
AFP