Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:57 WIB
Persenjataan
Rusia Berniat Meningkatkan Arsenal Nuklirnya
Dahono Fitrianto | Marcus Suprihadi | Senin, 6 Februari 2012 | 10:33 WIB
|
Share:
armybase.us Sistem rudal SS-25 Sickle milik Rusia yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

MOSKWA, KOMPAS.com- Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov mengatakan, Rusia kemungkinan akan harus meningkatkan potensi kekuatan nuklirnya di masa depan di tengah ancaman proliferasi senjata nuklir saat ini. Menurut dia, ancaman terhadap Rusia tersebut makin besar dengan adanya program perisai rudal Eropa oleh AS dan NATO.

"Berbagai tantangan baru muncul, termasuk proliferasi rudal dan nuklir. Lihat saja betapa tidak stabilnya situasi di Timur Tengah sekarang. Itu sebabnya, doktrin militer Rusia memandang perflunya penggunaan senjata nuklir pada beberapa kasus spesifik. Jadi saya tidak menutup kemungkinan bahwa dalam kondisi tertentu, kami akan harus meningkatkan, bukan mengurangi, arsenal nuklir kami," tandas Antonov, yang juga menjadi juru runding Rusia dalam negosiasi perisai rudal Eropa, kepada harian bisnis Kommersant, Senin (6/2/2012).

Menurut dia, kengototan AS untuk membangun perisai rudal di Eropa menjadi ancaman terbesar bagi keamanan Rusia di masa depan. "Setelah Perang Dingin, persenjataan strategis AS—sistem pertahanan rudal adalah senjata strategis—makin dekat dengan perbatasan Rusia," ungkap Antonov, yang mengatakan pembicaraan soal keberatan Rusia terhadap perisai rudal Eropa itu saat ini menemui jalan buntu.

Sehari sebelumnya, Deputi Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin mengatakan, Rusia akan segera membangun sistem pertahanan luar angkasa yang mampu mengatasi ancaman rudal NATO secara efektif. Rogozin mengutip pernyataan Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen yang mengatakan sistem perisai rudal Eropa itu dibutuhkan sebagai bentuk tanggung jawab untuk melindungi penduduk anggota pakta pertahanan itu dari ancaman serangan rudal.

"Well, buat kami, kami juga merasa bertanggung jawab untuk melindungi penduduk kami dari ancaman rudal Anda dan akan membuat sistem pertahanan udara dan luar angkasa yang bisa diandalkan," tulis Rogozin di akun Twitter-nya, Minggu (5/2/2012).

Sumber :
Ria Novosti