Jumat, 29 Agustus 2014

News / Internasional

Produksi Senjata

Sampai 2015 Rusia Tak Akan Ekspor Rudal S-400

Jumat, 3 Februari 2012 | 23:03 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com -- Rusia tak berniat menjual sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf ke negara lain, paling tidak sampai tahun 2015. Bahkan pengiriman sistem rudal terbaru itu ke negara-negara sekutunya, seperti Belarus dan Kazakhstan, tidak akan dilakukan sebelum tahun 2014 berakhir.

Hal itu ditegaskan Anatoly Isaikin, pemimpin perusahaan eksportir senjata milik negara Rosoboronexport di Moskwa, Kamis (2/2/2012). "Sampai 2015, seluruh S-400 akan diproduksi untuk kebutuhan Rusia sendiri," ujar Isaikin.

S-400 adalah sistem rudal darat-ke-udara, generasi terbaru yang dirancang untuk menggantikan pendahulunya, S-300. Rudal, yang oleh NATO disebut SA-21 Growler, ini, akan menjadi tulang punggung pertahanan udara Rusia pada tahun 2020.

Sistem S-400 dilengkapi tiga jenis rudal yang bisa mengenai sasaran jarak dekat, jarak menengah, dan jarak jauh. Rudal tipe 40N6 yang ditembakkan sistem S-400 bisa mengenai sasaran di balik cakrawala (over the horizon/OTH) hingga jarak 400 kilometer dan ketinggian 40.000 meter hingga 50.000 meter di atas permukaan laut, atau dua kali lipat jarak tembak maksimum rudal antirudal Patriot MIM-104 buatan AS.

S-400 juga dirancang memiliki keunggulan dalam misi mencegat rudal jelajah dan rudal balistik musuh.

Sumber: RIA Novosti, globalsecurity.org


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Nasru Alam Aziz