Jumat, 28 November 2014

News / Internasional

Ketegangan Militer

Inggris Kirim Kapal Perusak Terbaru ke Malvinas

Rabu, 1 Februari 2012 | 17:22 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Angkatan Laut Inggris akan mengirim kapal perusak terbarunya ke kawasan Kepulauan Falkland atau Malvinas di Samudra Atlantik selatan dekat Argentina dalam waktu dekat. Pengiriman kapal perang ini terjadi saat ketegangan Inggris dan Argentina meningkat terkait klaim kedaulatan atas kepulauan tersebut.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan, Selasa (31/1/2012), pengiriman kapal perang HMS Dauntless tersebut tak ada kaitannya dengan peningkatan suhu politik di sekitar Falkland dan merupakan penugasan rutin yang sudah dijadwalkan sejak jauh hari.

HMS Dauntless adalah kapal perusak Type 45 yang baru dua tahun dioperasikan AL Inggris (Royal Navy). Kapal tersebut akan menggantikan kapal fregat HMS Montrose,yang berukuran lebih kecil dan lebih dulu bertugas di Malvinas.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menegaskan tak ada yang istimewa dari pengiriman kapal perang terbaru itu ke Malvinas karena selama ini Inggris memang masih menempatkan pasukan di sana. ”Kami selalu dalam posisi siap mempertahankan Kepulauan Falkland jika dibutuhkan meski kami tak melihat ada ancaman militer terhadap kepulauan itu saat ini,” tandas Hague.

Ketegangan meningkat seputar Malvinas menjelang peringatan 30 tahun Perang Malvinas. Argentina menuduh Inggris melakukan ”militerisasi” terhadap persengketaan Kepulauan Malvinas yang oleh PBB disarankan untuk diselesaikan di meja perundingan.

Sementara Inggris menuduh Argentina berusaha membuat blokade ekonomi terhadap para penduduk kepulauan itu setelah mempengaruhi negara-negara blok perdagangan Mercosur untuk menutup semua pelabuhan mereka bagi kapal-kapal berbendera Kepulauan Falkland.

HMS Dauntless adalah kapal kedua dalam jajaran kapal perusak Type 45 atau kelas Daring. Kapal sepanjang 152 meter dirancang khusus untuk menjalankan misi pertahanan dari serangan udara.

Menurut laman resmi Royal Navy, kapal ini dilengkapi sistem rudal permukaan-ke-udara Sea Viper, dua meriam kaliber 30 mm, satu meriam 4,5 inci (kaliber 113 mm), dua senapan mesin pertahanan jarak dekat Phalanx, dan membawa satu helikopter Lynx Mk8.  


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Robert Adhi Ksp
Sumber: