Sabtu, 22 November 2014

News / Regional

Pertanian

Peternak Siap Ekspor Madu ke AS

Selasa, 31 Januari 2012 | 15:46 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Peternak lebah penghasil madu di Kendal, Batang, dan Sukoharjo, Jawa Tengah, siap memasok madu berkualitas tinggi untuk kesiapan ekspor madu asli ke Amerika Serikat. Permintaan madu di Negeri Paman Sam itu meningkat seiring kegemaran mengonsumsi madu.

Potensi madu yang dihasilkan peternak lebah di Jawa Tengah berkisar 6-15 ton per bulan, sedangkan kebutuhan madu secara nasional di luar ekspor mencapai 15.000 ton per bulan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Ihwan Sudrajat, Selasa (31/1/2012), mengemukakan, ekspor madu sedang digarap oleh perusahaan swasta di Kendal. Madu yang siap ekspor itu merupakan pasokan dari petani lebah di Sukoharjo yang sementara ini siap memenuhi madu berkualitas tinggi.

”Ekspor pertama madu dari Jawa Tengah kemungkinan bisa mencapai dua kontainer atau setara dengan lebih dari 15.000 botol per kontainernya. Harga pembelian masih dalam proses negosiasi,” ujar Ihwan Sudrajat.

Rencana ekspor madu itu disambut baik peternak lebah di Sukorejo dan Kendal. Menurut salah satu peternak, Jasiman, selama ini peternak sebenarnya juga tidak puas kalau hanya menjual madu dalam bentuk botolan saja. Harga madu bervariasi mulai Rp 37.000 sampai Rp 75.000 per botol tergantung madu dengan komposisi bunga kelengkeng, randu, durian, rambutan atau tanaman karet.

Kalau kemudian ada upaya untuk ekspor madu ke luar negeri, dengan harga yang menguntungkan, tentu saja pihaknya siap ikut memasok madu berkualitas. Sebagai peternak lebah penghasil madu, dia punya 20 stup atau kotak, tempat koloni lebah. Satu stup setidaknya didiami sekitar  2.000-5.000 lebah dalam satu koloni.


Penulis: Winarto Herusansono
Editor : Marcus Suprihadi