Norwegia Meminta Maaf atas Keterlibatan dalam Holocaust - Kompas.com

Norwegia Meminta Maaf atas Keterlibatan dalam Holocaust

Dahono Fitrianto
Kompas.com - 27/01/2012, 22:58 WIB

OSLO, KOMPAS.com Untuk pertama kali sejak Perang Dunia II berakhir lebih dari 66 tahun silam, Pemerintah Norwegia meminta maaf secara resmi atas keterlibatan orang-orang dan pemerintah negara itu dalam tragedi Holocaust selama era pendudukan Nazi Jerman.

"Orang-orang Norwegia yang melakukan penahanan (terhadap warga Yahudi), orang-orang Norwegia pula yang menyopir truk (pengangkut tahanan), dan semua itu terjadi di Norwegia. Hari ini, saya merasa tepat untuk menyatakan permohonan maaf kami yang paling dalam bahwa hal itu bisa terjadi di tanah Norwegia," tutur Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg dalam pidato Hari Peringatan Holocaust Internasional di Oslo, Jumat (27/1/2012).

Menurut Stoltenberg, waktunya sudah tiba bagi rakyat Norwegia untuk mengakui bahwa para polisi, pegawai negeri sipil, dan orang-orang Norwegia lainnya turut ambil bagian dalam proses penahanan dan deportasi warga Yahudi pada masa itu.

Sejarah mencatat, kepala pemerintahan Norwegia pada masa pendudukan Nazi Jerman, Vidkun Quisling, memerintahkan sekitar 2.100 warga Yahudi Norwegia didaftar pada tahun 1942.

Lebih dari sepertiga dari jumlah tersebut dideportasi ke berbagai kamp pembantaian, sedangkan sisanya melarikan diri ke Swedia, negara tetangga Norwegia.

"Saya menyesal bahwa gagasan yang berujung pada Holocaust masih hidup sampai hari ini, 70 tahun kemudian. Di seluruh dunia, kita melihat ada individual atau kelompok-kelompok yang menyebar intoleransi dan ketakutan," papar Stoltenberg, yang tahun lalu negaranya diguncang peristiwa pembantaian puluhan orang oleh seorang penganut paham ultrakanan, Anders Behring Breivik.

Pada 1998, Norwegia mengakui peran negara itu dalam Holocaust, dan membayar ganti rugi sebesar 60 juta dollar AS (Rp 537,6 miliar) kepada para warga Yahudi Norwegia dan beberapa organisasi Yahudi, sebagai ganti rugi atas berbagai properti milik mereka yang disita pada waktu Perang Dunia II berkecamuk di Eropa.

Paul Levine, profesor sejarah dari Universitas Uppsala, Swedia, menyebut permintaan maaf yang disampaikan PM Stoltenberg itu sudah terlambat "secara sangat tidak pantas".

Ia menyebutkan, Norwegia waktu itu bertindak mirip pemerintahan Vichy Perancis, yakni menerapkan hukum anti-Yahudi mereka sendiri dan menggunakan sumber daya manusia mereka sendiri untuk menyita hak milik dan mendiskriminasi warga Yahudi (bahkan), sebelum orang-orang (Nazi) Jerman menuntut mereka melakukan itu semua. "Norwegia sebenarnya tidak perlu melakukan itu," tandas Levine. (Reuters/DHF)

PenulisDahono Fitrianto
EditorAgus Mulyadi
Terkini Lainnya
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Megapolitan
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Megapolitan
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Megapolitan
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Megapolitan
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Regional
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Megapolitan
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
Regional
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Internasional
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Regional
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Nasional
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Megapolitan
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Nasional
Pengebom Manchester 'Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Internasional
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Megapolitan
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Regional

Close Ads X