Minggu, 26 Oktober 2014

News / Internasional

Vatikan Diguncang Skandal Korupsi

Jumat, 27 Januari 2012 | 11:23 WIB

VATICAN CITY, KOMPAS.com — Sebuah skandal korupsi mengguncang Vatikan setelah sebuah peliputan investigasi salah satu stasiun televisi di Italia mengungkap kejanggalan mutasi yang dialami seorang mantan petinggi Vatikan, yang disebut-sebut di luar kemauannya. Mantan petinggi itu menyebut mutasi didasari sikap kritisnya yang mempertanyakan sejumlah kejanggalan dalam beberapa kontrak pembangunan.

Tayangan hasil liputan investigatif "The Untouchables" dibuat sebuah jaringan stasiun televisi terpandang di Italia, La 7, ditayangkan Rabu (25/1/2012) malam. Dalam tayangan itu dipaparkan sejumlah surat yang telah dikirimkan Uskup Agung Carlo Maria Vigano, yang saat itu menjabat Wakil Gubernur Vatican City.

Vigano menyurati atasannya dan bahkan Paus Benediktus XVI tahun 2011 terkait keyakinannya tentang adanya praktik korupsi. Dengan jabatan yang dipegangnya sepanjang dua tahun, 2009-2011, Vigano memiliki kewenangan dan tanggung jawab merawat seluruh taman, gedung, bangunan, jalan, museum, dan berbagai infrastruktur lain di Vatican City.

Dalam suratnya dia menyebut, ketika itu dia menemukan adanya jaringan korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam kontrak-kontrak yang ada. Dia menemukan sejumlah bukti kuat kontrak dibuat dengan menggelembungkan harga, bekerja sama dengan para perusahaan pemenang tender.

Dalam salah satu suratnya, Vigano bahkan menyebut banyak pihak yang tidak suka dengan keberhasilannya menemukan banyak kejanggalan tadi kemudian mencoba memfitnahnya. Para pejabat Vatikan lain yang gerah dengan kekritisan Vigano berupaya menyingkirkannya.

Mereka marah lantaran Vigano mencoba menerapkan sejumlah langkah drastis untuk membersihkan praktik-praktik kotor tersebut. Vigano justru kemudian betul-betul disingkirkan dan dipindahkan pada tugas lain.

Selain praktik korupsi di lingkungan divisi perawatan infrastruktur Vatican City, dalam salah satu surat lainnya, tertanggal 4 April 2011, Vigano juga menyurati Paus tentang temuannya soal manajemen keuangan Vatican City, yang menginvestasikan harta Vatikan ke dua lembaga manajer pendanaan yang disebutnya, "Tidak peduli pada kepentingan Vatikan dan hanya mengurus keuntungan sendiri,".

Pihak Vatikan sejauh ini hanya bereaksi mempertanyakan metode investigasi yang dilakukan dalam karya jurnalistik oleh stasiun televisi La 7 tadi. Namun, mereka mengakui keberadaan surat-surat Vigano, yang lebih lanjut mereka sebut otentik namun "sangat menyedihkan dokumen-dokumen itu bisa terpublikasi".


Penulis: Wisnu Dewabrata
Editor : Nasru Alam Aziz
Sumber: