Kamis, 18 Desember 2014

News / Internasional

Monumen Pertempuran Tarakan Diresmikan di Belanda

Minggu, 22 Januari 2012 | 10:29 WIB

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Perangnya di perairan pulau Tarakan, Indonesia, tetapi monumennya justru ada di Belanda. Sejumlah keluarga korban didukung yayasan makam pahlawan Belanda, berinisiatif membuat tugu peringatan itu di Taman Makam Pahlawan Loenen, Belanda tengah, seperti dilaporkan Radio Nederland, Minggu (22/1/2012).

Pertempuran Tarakan disebut sebagai Pearl Harbour-nya Indonesia. Pada tanggal 19 Januari 1942, rombongan kapal perang (dua di antaranya kapal penyapu ranjau) Jepang masuk perairan pulau di Laut Sulawesi tersebut. Pasukan artileri Hindia Belanda tidak tahu bahwa sebenarnya pemerintah Belanda di Pulau Tarakan sudah menyerah.

Pasukan yang waktu itu bertugas menjaga ladang minyak, dengan meriam artileri, berhasil menenggelamkan dua kapal penyapu ranjau. Namun pasukan Jepang, kemudian berhasil menaklukkan perlawanan.

Sekalipun sudah menyatakan menyerah, 215 tentara Hindia Belanda di pulau Tarakan, tetap dieksekusi pasukan Jepang di atas kapal, dan jasadnya dibuang ke laut. Tujuh puluh persen korban lahir di Indonesia (dulu Hindia Belanda) dan 125 korban hingga kini belum diketahui namanya.

Sanak saudara -kebanyakan warga Indo Belanda- sangat menyambut baik tugu peringatan pertempuran Tarakan, karena kini mereka punya tempat untuk meletakkan bunga dan mengenang para korban.


Editor : Kistyarini
Sumber: