Rabu, 23 Juli 2014

News /

MUSIBAH KAPAL PESIAR

Kapten: Saya Tak Mau Kisah Titanic Terulang

Selasa, 17 Januari 2012 | 04:41 WIB

Kapten kapal pesiar yang terguling di pantai Italia, dengan korban enam tewas, pernah bertutur pada tahun 2010. Dia menegaskan saat itu bahwa dia tidak pernah ingin menghadapi sebuah skenario seperti Titanic.

Ucapannya merujuk pada tenggelamnya kapal pesiar tahun 1912 dalam perjalanan dari Eropa menuju New York, Amerika Serikat, yang tidak pernah sampai ke tujuannya karena karam di Samudra Atlantik. Namun, kapten Titanic saat itu memilih menjadi orang terakhir yang keluar dari kapal walau itu mengancam nyawanya.

”Saya tidak akan pernah mau berada dalam posisi seperti yang dialami kapten Titanic, yang harus berlayar mengarungi lautan dengan gunung es,” kata Francesco Schettino pada Desember 2010. Saat itu dia diwawancarai Dnes, sebuah harian Ceko. Hasil wawancara itu kembali dimunculkan pada Senin (16/1).

”Namun, saya kira harus disampaikan juga ucapan terima kasih, Anda dapat menghadapi situasi apa pun dan mampu menghadapi potensi permasalahan,” katanya lebih lanjut.

Tampaknya Schettino berbicara kepada wartawan ketika mereka sama-sama berada dalam sebuah kapal pesiar pada waktu itu. ”Keselamatan penumpang adalah hal paling utama.”

Schettino menjadi sorotan utama setelah tenggelamnya kapal pesiar Costa Concordia pada Jumat (13/1) di dekat Pulau Giglio, pantai barat Italia.

Dia ditangkap oleh otoritas Italia dan juga Costa Crociere, perusahaan yang mengoperasikan kapal pesiar itu. Alasan penangkapan itu, dia menakhodai kapal secara teledor. Dia juga tidak becus mengomandoi evakuasi. Dia bahkan melakukan penundaan evakuasi walau kecelakaan sudah jelas terjadi.

Beberapa warga Italia, AS, dan Perancis yang turut dalam perjalanan kapal pesiar itu masih dinyatakan hilang.

Costa Concordia membawa sekitar 3.200 turis dari lebih 60 negara. Kapal pesiar itu juga memiliki 1.000 awak kapal, juga dari sejumlah negara.

Keteledoran fatal

Kecelakaan kapal pesiar itu dikatakan karena kesalahan kapten yang tidak bisa dijelaskan. Pier Luigi Foschi, pemimpin Costa Crociere, menyatakan itu di Genoa, Italia, Senin. Dia malah memuji semua tenaga penyelamat sebagai pahlawan.

Ini berbeda dengan sang kapten yang malah terlebih dahulu menyelamatkan diri. Adalah ilegal bagi kapten untuk meninggalkan kapal sebelum semua penumpang diselamatkan. Namun, kapten ini memilih terlebih dahulu menyelamatkan diri.

Mungkin sesuai dengan yang dia katakan. Dia tidak mau menghadapi skenario seperti yang pernah dilakukan kapten Titanic, Edward John Smith.

(AP/AFP/REUTERS/MON)


Editor :