Kamis, 31 Juli 2014

News / Internasional

Kematian Ilmuwan

Iran Ancam Israel dan AS

Senin, 16 Januari 2012 | 14:30 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com -  Israel dan Amerika Serikat merupakan "pendukung terorisme negara" dan akan menderita "hukuman sebagai balasan" pada "waktu yang tepat." Wakil Ketua Kepala Staf Gabungan Iran, Brigadir Jenderal Massoud Jazayeri, mengatakan hal itu, sebagaimana dikutip Press TV Iran, Minggu (15/1/2012), beberapa hari setelah seorang ilmuwan nuklir Iran tewas dalam sebuah ledakan bom.

Iran akan menuntut "AS, Inggris dan rezim Zionis bertanggung jawab atas tindakan mereka," kata Jazayeri. Ia menegaskan, pembunuhan terhadap ilmuwan itu tidak akan menghambat kemajuan Iran dalam hal teknologi strategis, demikian laporan Press TV yang dikelola pemerintah, Minggu, berdasarkan wawancara dengan Jazayeri pada hari Sabtu.

Iran mengatakan, seorang ilmuwan nuklir negara itu, yaitu Mostafa Ahmadi Roshan tewas pada Rabu oleh sebuah bom magnet yang dilekatkan di mobilnya. Roshan merupakan ilmuwan nuklir ketiga Iran yang dibunuh dalam dua tahun terakhir. Seorang ilmuwan yang keempat selamat dari upaya pembunuhan serupa.

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, secara kategoris telah membantah keterlibatan AS dalam serangan itu. Namun Hillary mendesak Iran untuk menghentikan upayanya membuat bom nuklir.

Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, Kamis, mengatakan kepada para tentara di Texas, "Kami tidak terlibat dengan cara apapun - dengan cara apapun - pada pembunuhan yang terjadi di sana (Iran) .... itu bukan gaya Amerika Serikat." Sementara itu, Brigjen Yoav Mordechai, jurubicara Angkatan Pertahanan Israel, mengatakan pada halaman Facebook-nya, Rabu, "Saya tidak tahu siapa yang menyasar ilmuwan Iran itu tapi tentu saja saya tidak akan meneteskan air mata."

Ulama penting Iran telah menyalahkan CIA dan Mossad (badan intelijen Israel) atas pembunuhan ilmuwan itu, kata Press TV sebelumnya. Kematian Roshan telah menunjukkan bahwa "arogansi global yang ipelopori AS dan Zionisme telah mencapai kebuntuan dalam konfrontasi dengan bangsa Islam Iran," kata Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kata Press TV. Menurut Khamenei, "Mereka yang bertanggung jawab tidak akan mengaku tetapi serangan itu telah dilakukan dengan perencanaan atau dukungan CIA dan Mossad, seperti semua kejahatan lain dari jaringan internasional terorisme negara."

Khamenei mengakhiri ucapan belasungkawanya dengan peringatan, "Kami akan gigih dalam menghukum para pelaku kejahatan ini, serta mereka yang berada di belakang layar yang mendukung hal itu."

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyampaikan ucapan belasungkawa pada Jumat bagi keluarga Roshan dan sopirnya, yang juga tewas dalam serangan tersebut, lapor kantor berita IRNA yang juga dikeloal negara. Ahmadinejad menuding "agen imperialisme dan Zionisme internasional", suatu rujukan kepada Israel sebagai pelaku ledakan itu.

Para pejabat Iran lainnya juga menuduh Israel dan Amerika Serikat sebagai dalang pembunuhan itu. Kedua negara itu telah menuduh Tehran sedang berupaya untuk membuat bom nuklir, sebuah tuduhan yang telah dibantah Iran. Iran mengatakan, program nuklirnya bertujuan untuk memproduksi energi sipil, bukan senjata.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: