JAKARTA, KOMPAS -
Anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) turut menjadi korban kebakaran akibat terbakarnya kapal Jeong Woo
Kecelakaan itu menyebabkan tiga dari total 40 ABK tewas. Dubes berbincang dengan tiga ABK WNI yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Christchurch, Selandia Baru. ”Menurut cerita ABK, kebakaran terjadi akibat keteledoran awak kapal berkewarganegaraan Vietnam yang menjemur pakaian di atas pemanas ruangan,” ujar Sriyono.
Akibat suhu panas dari alat pemanas, pakaian terbakar di ruangan yang juga menjadi tempat tidur ABK. Akibatnya, tiga ABK asal Vietnam yang tidur pulas di dekat jemuran itu tewas terbakar.
Sewaktu peristiwa itu terjadi, para ABK WNI mencoba membangunkan ABK Vietnam, tetapi gagal, sementara api semakin membesar. Selain diawaki WNI, kapal itu juga diawaki warga Vietnam, China, dan Rusia.
Dalam musibah itu, ABK WNI juga turut menjadi korban luka bakar akibat kebakaran hebat. Kapal nelayan Korea Selatan kemudian meminta pertolongan ke otoritas setempat sehingga bisa diselamatkan.
Namun, sebelum operasi penyelamatan, api mencederai beberapa ABK lainnya, termasuk ABK Indonesia. ABK WNI yang cedera kemudian diterbangkan ke Christchurch dengan Hercules milik Angkatan Udara Amerika Serikat yang berpangkalan di basis AU AS McMurdo di Antartika. Mereka adalah Jantje Sopacoa, Sutrisno, dan Domssi Sitaniapessy.
Empat ABK WNI lain yang tidak terluka saat ini dalam perjalanan menuju Selandia Baru bersama ABK lain dengan kapal milik perusahaan mereka bekerja, Jeong Woo 3. Diperkirakan perjalanan memakan waktu seminggu.
Walaupun masih dalam perawatan intensif, Sriyono memastikan kondisi ketiga WNI mulai membaik. Dari tiga ABK WNI itu, Jantje Sopacoa menderita luka paling parah. Sebanyak 40 persen bagian tubuhnya terbakar, terutama bagian tangan kanan dan kaki.
Sutrisno mengalami luka bakar 30 persen di bagian kaki dan wajah. Domssi Sitaniapessy mengalami luka bakar 30 persen, terutama di bagian kaki.
Sriyono membenarkan para ABK WNI itu tidak mahir berbahasa Inggris. Untuk itu, Kedutaan Besar RI di Selandia Baru menyediakan penerjemah. Dubes juga menambahkan, sudah ada kepastian dari pihak agen pelayaran yang akan menanggung asuransi dan tiket untuk memulangkan semua ABK WNI ke Tanah Air.
