Xinhua/KCNA
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-il (kanan) dan putra bungsunya Kim Jong-un (ketiga dari kanan) dalam sebuah acara militer.
KOMPAS.com — Agaknya, pemimpin baru Korea Utara (Korut) Kim Jong Un bisa bernapas lebih lega. Pasalnya, para anggota militer negeri itu sudah berjanji setia menjadi pelindungnya. Menurut warta KCNA pada Selasa (10/1/2012), mereka akan menjadi pengawal dan korps berani mati di garis pertama. "Kami akan menjadi 'senapan' dan 'bom' untuk melindungi pemimpin Kim Jong Un," begitu bunyi sumpah mereka.
Korut segera mengumumkan Kim Jong Un, yang berusia 20 tahun-an, sebagai pemimpin barunya setelah ayahnya yang juga pemimpin tertinggi negara itu, Kim Jong Il, meninggal pada 17 Desember 2011. Kim Jong Un, yang memperoleh pangkat jenderal tetapi tidak memiliki pengalaman militer aktif, menjadi panglima tertinggi militer yang memiliki 1,2 juta personel.
Pada Minggu, media pemerintah mengajukan Kim Jong Un naik satu tank dan memberikan perintah kepada satuan-satuan artileri, angkatan laut, dan angkatan udara. Hal ini merupakan satu usaha lain untuk memperkuat kepercayaan angkatan bersenjata terbesar keempat di dunia kepada dia.
KCNA mengatakan, panglima angkatan bersenjata Ri Yong Ho membacakan janji kesetiaan kepada Kim Jong Un dalam pertemuan angkatan darat, laut, dan udara di Pyongyang, Senin. "Pesan itu berjanji untuk menghancurkan musuh-musuh jika mereka memasuki wilayah udara, darat, dan laut sekalipun 0,001 mm," kata KCNA.

