Bea Cukai Thailand Gagalkan Penyelundupan Kulit Harimau - Kompas.com

Bea Cukai Thailand Gagalkan Penyelundupan Kulit Harimau

Josephus Primus
Kompas.com - 06/01/2012, 18:30 WIB
KOMPAS.com - Para petugas bea cukai Thailand, Jumat (6/1/2012) mengatakan telah menyita empat kotak kulit dan tulang harimau senilai puluhan ribu dollar AS yang diselundupkan di pos pemeriksaan mereka. Polisi yakin barang sitaan itu tadinya hendak dijadikan dekorasi interior.
   
Harimau-harimau, yang bagian-bagiannya ditemukan pada awal pekan ini, dianggap berasal dari Indonesia dengan tujuan akhir ke China, kata Somchai Poolsawasdi, Direktur jenderal Bea Cukai Kerajaan  Thailand. "Ada empat kotak, dan setiap kotak berisi satu lembar kulit harimau, tulang-tulang dan tengkoraknya. Masing-masing beratnya sekitar lima kilogram (11 pon)," katanya kepada AFP.
   
Dia mengatakan paket-paket itu, diperkirakan akan dikirim satu geng perdagangan, dengan rute ke Mae Sai di utara Thailand, dan datang melalui kantor pos utama Bangkok, tempat para pejabat menerima informasi mengenai selundupan itu. "Cara mereka memproses harimau ini, saya pikir mereka itu dimaksudkan untuk furniture atau hiasan," tambahnya.
   
Kelompok anti-perdagangan gelap  Freeland mengatakan, bagian-bagian tubuh harimau itu bernilai sekitar 60.000 dollar AS. Kelompok itu memperingatkan bahwa perburuan serta perdagangan daging harimau, tulang-belulang dan kulitnya adalah penyebab utama penurunan populasi harimau liar di Asia. "Penyitaan kulit  dan tulang-belulang harimau ini adalah terpuji dan jelas menyakiti para melukai penjahat itu secara finansial," kata Tim Redford dari Freeland.
   
"Namun, dengan sedikit harimau yang tersisa di alam liar, menghentikan penyelundupan seperti ini adalah sangat penting," tambahnya.
   
Thailand adalah salah satu dari hanya 13 negara yang memiliki populasi harimau yang rapuh, dan menjadi  pusat penyelundupan internasional.
   
Di seluruh dunia, jumlah binatang yang sering disebut Si Raja Hutan ini diperkirakan telah merosot hingga 3.200 ekor dari sekitar 100.000 ekor pada seabad lalu.

PenulisJosephus Primus
EditorJosephus Primus
Terkini Lainnya
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Megapolitan
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Megapolitan
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Megapolitan
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Regional
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Megapolitan
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
Regional
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Internasional
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Regional
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Nasional
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Megapolitan
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Nasional
Pengebom Manchester 'Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Internasional
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Megapolitan
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Regional
Mereka yang Gugur karena Ledakan Bom di Kampung Melayu...
Mereka yang Gugur karena Ledakan Bom di Kampung Melayu...
Megapolitan

Close Ads X