Jumat, 22 Agustus 2014

News / Internasional

Perlombaan Menuju Gedung Putih

"Kuda Hitam" Itu Bernama Rick Santorum

Rabu, 4 Januari 2012 | 15:15 WIB

IOWA, KOMPAS.com Rick Santorum, atau lengkapnya Richard John Santorum, tidak diunggulkan dalam pemilihan di Kaukus Iowa Partai Republik, Selasa (3/1/2012) malam waktu setempat, dalam proses panjang untuk meraih kursi Gedung Putih pada November tahun ini.

Dalam sejumlah jajak pendapat menjelang kaukus, ia hanya menduduki peringkat ketiga di belakang Mitt Romney, mantan Gubernur Negara Bagian Massachusetts yang diunggulkan untuk menjegal Barack Obama dari Partai Demokrat, dan anggota Kongres asal Texas, Ron Paul. Namun, ia telah diramal bakal menjadi kuda hitam karena dalam beberapa hari terakhir dukungan untuknya melonjak. Rick Santorum, yang lahir pada 10 Mei 1958, sendiri masih kurang begitu yakin ia bisa menang. Ia hanya menargetkan posisi ketiga.

Pada jam-jam menjelang kaukus itu, CNN melaporkan, ia ditanya apakah dirinya merasa yakin menang dalam Kaukus Iowa itu. Ia menjawab, "Ya, saya merasa jika kami dapat meraih tiga besar, itu akan menjadi sesuatu yang hebat."

Hasil pemilihan ternyata di luar dugaan banyak orang dan Santorum sendiri. Ia bersaing ketat dengan Romney. Dari 99,5 suara yang telah dihitung, Santorum meraih 30,007 suara atau hanya kalah delapan suara dari Romney yang meraih 30,015 suara.

Tentu, itu sebuah hasil yang bagus. Dalam sejarah pemilu presiden AS, selama 40 tahun terakhir, dalam 10 kali pemilu presiden, empat Republiken dan tiga Demorat yang menang di Kaukus Iowa melenggang menuju Gedung Putih. Di antara mereka yang menang di Iowa lalu menduduki kursi Gedung Putih adalah Barack Obama (2008), George W Bush (2000 dan 2004), dan Bill Clinton (1996).

Santorum, mantan senator Partai Republik dari daerah Pennsylvania (1995-2007), dikenal sebagai seorang konservatif. Ia telat bersinar dibanding para kandidat lain (seluruhnya enam orang). Namun belakangan, dengan ada perubahan dalam strategi kampanye, ia muncul sebagai sosok konservatif yang memikat banyak pemilih. Dalam kampanye, jika terpilih sebagai Presiden AS, ia berjanji menghapus dana federal untuk aborsi, memberikan hak bagi warga AS yang dituding teroris, dan menjalankan anggaran berimbang.

Santorum yang secara resmi mengumumkan pencalonan dirinya sebagai kandidat pada 6 Juni 2011 mengatakan, latar belakangnya yang kuat sebagai seorang konservatif memiliki keuntungan untuk menang pada pemilihan ini ketimbang calon lain yang lebih moderat. "Saya berpikir, jika Anda melihat sejarah nominasi Partai Republik ... kandidat yang moderat yang ada di sana dan berusa menarik lebih banyak kaum moderat akhirnya kalah," kata Santorum dalam sebuah acara di Polk City.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: