Rabu, 23 April 2014

News / Internasional

Iran Ancam Kapal Induk AS

Selasa, 3 Januari 2012 | 17:32 WIB

Baca juga

TEHERAN, KOMPAS.com — Selasa (3/1/2012), Iran mengancam akan mengambil tindakan apabila kapal induk Amerika Serikat, yang pekan lalu meninggalkan Teluk Persia menuju Laut Oman melewati zona latihan militer Iran, kembali lagi ke Teluk Persia.

"Iran tak akan mengulangi peringatan ini. Kapal induk musuh telah bergerak ke Laut Oman karena kami menggelar latihan militer di sana. Saya menyarankan dan menekankan agar kapal induk Amerika itu tidak kembali ke Teluk Persia," tandas Kepala Staf Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ataollah Salehi kepada kantor berita resmi Iran, IRNA, Selasa.

Kapal induk yang dimaksud Salehi adalah USS John C Stennis (CVN-74), salah satu kapal induk bertenaga nuklir terbaru andalan Angkatan Laut AS (US Navy). Kapal tersebut, didampingi kapal penjelajah berpeluru kendali USS Mobile Bay, pekan lalu bergerak keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz dan kemudian kawasan di Laut Oman yang sedang digunakan untuk latihan militer besar-besaran AL Iran.

Pihak Departemen Pertahanan AS mengatakan, pelayaran kapal tersebut adalah pelayaran rutin yang sudah dijadwalkan jauh hari sebelumnya, dan tak ada kaitannya dengan latihan militer Iran.

Armada Kelima US Navy berpangkalan di Bahrain, negara pulau yang terletak di dalam Teluk Persia. AS selalu menempatkan paling tidak satu gugus tempur kapal induk di dalam atau di dekat Teluk Persia sepanjang waktu untuk menjaga jalur pasokan minyak penting dunia itu.

Belum diketahui apakah USS John C Stennis dijadwalkan kembali ke Teluk Persia setelah melaksanakan misi itu, yang disebut Dephan AS untuk memberi dukungan terhadap pasukan AS di Afganistan.

Saat ini AS mengoperasikan 11 kapal induk bertenaga nuklir, yang masing-masing membawa rata-rata 64 pesawat berbagai jenis, termasuk tiga skuadron pesawat tempur F/A-18 berbagai varian.

Dua pekan terakhir, Iran dan AS saling mengancam. Setelah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz apabila negara-negara Barat menerapkan embargo minyak, AS membalas dengan ancaman tidak akan menoleransi tindakan itu.


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Nasru Alam Aziz
Sumber: