Kamis, 24 Juli 2014

News / Internasional

Ketegangan di Teluk Persia

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz

Rabu, 28 Desember 2011 | 11:20 WIB

Berita terkait

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran akhirnya secara terbuka melontarkan ancaman akan memblokade jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, apabila negara-negara Barat menerapkan embargo ekspor minyak dari Iran.

Selama ini, Iran berusaha tidak secara terang-terangan menyiratkan ancaman untuk menutup Selat Hormuz, selat selebar 33,6 kilometer pada titik tersempit, yang menjadi jalan keluar satu-satunya bagi kapal-kapal tanker pembawa minyak mentah dari negara-negara penghasil minyak di Teluk Persia menuju lautan lepas.

Namun, hari Selasa (27/12/2011), Wakil Presiden Iran Mohamad Reza Rahimi secara terbuka menegaskan, tak akan ada kapal tanker yang diizinkan lewat Selat ,Hormuz apabila Barat menerapkan rangkaian sanksi baru terhadap Iran.

"Jika sanksi dijatuhkan terhadap ekspor minyak Iran, tak ada setetes pun minyak yang akan melewati Selat Hormuz. Kami tak punya niat baik permusuhan maupun kekerasan, tetapi Barat tidak berniat mundur dari rencana mereka menerapkan sanksi-sanksi," tandas Rahimi, seperti dikutip kantort berita resmi Irna, IRNA.

Ancaman itu dilontarkan, saat Iran sedang menggelar latihan perang laut besar-besaran di kawasan perairan internasional dekat Selat Hormuz. Juru bicara Angkatan Laut Iran mengatakan, salah satu stategi yang dilatih dalam latihan perang tersebut adalah pemasangan ranjau laut dari kapal dan pesawat udara.

Menebar ranjau laut di celah sempit Selat Hormuz adalah salah satu strategi sederhana untuk memblokade jalur tersebut.

Menurut Badan Informasi Energi AS (www.eia.gov), setiap hari Selat Hormuz dilewati rata-rata 13 kapal tanker yang mengarah ke timur, membawa minyak mentah ke beberapa negara importir.

Pada tahun 2009, jumlah minyak yang melewati selat itu mencapai 15,5 juta barel per hari, dan 75 persen di antaranya bertujuan ke negara-negara raksasa ekonomi Asia, seperti Jepang, India, Korea Selatan, dan China.

AS menempatkan Armada Kelima Angkatan Lautnya di Bahrain, yang terletak di dalam Teluk Persia, dengan salah satu tugas utamanya menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran minyak. (AFP/DHF)


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Agus Mulyadi