Jumat, 29 Agustus 2014

News / Internasional

Puluhan Ribu Orang Rayakan Natal di Bethlehem

Minggu, 25 Desember 2011 | 01:53 WIB

Terkait

BETHLEHEM, KOMPAS.com - Puluhan ribu orang penganut Kristiani baik turis maupun penduduk asli memadati Kota Bethlehem, Sabtu (24/12/2011) malam untuk merayakan Natal. Betlehem diyakini sebagai kota kelahiran sehingga banyak orang ingin merasakan langsung peringatan kelahiran Yesus Kristus di sana.

"Senang sekali berada di tempat kelahiran Yesus," kata Irma Goldsmith (68) dari Suffolk, Virginia, AS. "Saya melihat Natal di Betlehem setiap tahun melalui TV, namun datang sendiri ke sini beda rasanya. Berada di lokasi di mana juru selamat kami lahir adalah hal menakjubkan," tambahnya.

Suasana Kota Bethlehem pun meriah layaknya sedang menggelar festival. Sebuah pohon Natal setinggi 15 meter yang gemerlap dihiasi lampu berdiri megah di tengah Pelataran Palungan (Manger Square) yang dipadati orang. Para pedagang menjajakan balon dan jagung rebus sementara kelompok-kelompokmusik memainkan lagu-lagu Natal. Turis pun banyak memenuhi kursi-kursi kafe sambil menikmati suasana Natal yang meriah.

Peringatan Natal hari ini akan mencapai puncaknya pada misa tengah malam di Gereja Nativity, yang dibangun di atas palungan tempat lahirnya Yesus.

Bethlehem kini sudah kondusif. Kota tersebut sempat mengalami ketegangan saat terjadi perlawanana orang-orang Palestina terhadap Israel pada akhir 2000-an. Namun, seiring meredanya ketegangan tersebut, dalam beberapa tahun terakhir jumlah turis terus bertambah. Pada musim Natal, semua hotel pun penuh.

Sampai sore tadi tercatat tak kurang dari 55.000 orang masuk ke Bethlehem. Kebanyakan adalah penduduk Isarel keturunan Arab yang menganut Kristen. Hanya 550 orang dari Gaza yang dibolehkan masuk Bethlehem. Jika digabung dengan turis domestik, jumlah orang yang masuk Bethlehem mencapai sekitar 120.000 orang. Jumlah ini meningkat 30 persen dibandingkan tahun lalu. Keluar masuknya orang ke Bethlehem diawasi ketat militer Israel meski secara teritorial sudah dikelola pemerintah sipil Palestina.

Saat ini, penduduk Bethlehem yang memeluk Kristiani hanya sepertiga dari populasi penduduk di sana karena besarnya eksodes dalam satu dekade terakhir. Hanya ada sekitar 60.000 penduduk yang menganut Kristiani atau sekitar 2 persen dari seluruh penduduk Palestina.


Editor : Tri Wahono
Sumber: