Kamis, 24 April 2014

News / Internasional

Mugabe: Kim Jong Il Orang Baik

Kamis, 22 Desember 2011 | 13:41 WIB

Baca juga

HARARE, KOMPAS.com — Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menyampaikan belasungkawa atas kematian pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il.

Mugabe menggambarkan, penguasa Korea Utara berusia 69 tahun itu sebagai "pria baik yang dipilih rakyat dan secara teratur menyelenggarakan pemilihan".

Didymus Mutasa, sekretaris administrasi Partai Zanu-PF pimpinan Mugabe, mengatakan kepada radio Zimbabwe sebagaimana dikutip Daily Mail, Kamis (22/12/2011), "Dia seorang teman baik kami dan kami tidak malu dikaitkan dengan dia."

Kim Jong Il terlibat dalam melatih dan melengkapi sebuah kelompok para-militer di negara Afrika itu awal tahun 1980. Ketika itu, Mugabe mencari bantuan untuk melatih unit Brigade Kelima yang terkenal—yang membunuh hampir 20.000 orang dalam sebuah operasi bernama Gukurahundi, yang berarti hujan pertama yang membersihkan sekam. Peristiwa itu digambarkan sebagai sebuah genosida (pembantaian massal). Kim Jong Il memainkan peran penting dalam melatih unit pembunuh khusus itu yang beroperasi di luar jalur normal komando Tentara Nasional Zimbabwe (ZNA).

Namun, Methuseli Moyo, juru bicara Masyarakat Uni Afrika Zimbabwe (Zapu), yang mewakili keluarga korban pembantaian itu, mengatakan, partai Mugabe memang tidak punya pilihan selain menyambut kematian diktator itu. Dia mengatakan, "Kami tidak akan meneteskan air mata buaya sedikit pun untuk pelatih Gukurahundi. Satu-satunya masalah atas kematiannya adalah bahwa kematian tersebut terjadi sebelum ia dapat menjelaskan tindakannya. Kami tidak meminta maaf tentang itu."

Sementara itu, di Kuba, warga negara itu menjalani tiga hari berkabung untuk menunjukkan solidaritas bagi sesama negara komunis.

Menyusul kematian ayahnya, pemimpin baru Korea Utara yang masih muda, yaitu Kim Jong Un, yang akan memerintah negara itu bersama pamannya dan militer, kata sejumlah sumber kemarin. Jang Song Thaek akan bekerja sama dengan keponakannya yang masih 27 tahun yang belum berpengalaman dan teruji itu. Dukungan tentara bagi putra ketiga Kim Jong Il itu meredakan kekhawatiran soal kemungkinan ada kudeta militer di negara tersebut.


Editor : Egidius Patnistik