Selasa, 2 September 2014

News / Internasional

Satelit AS Ungkap Kapal Induk China

Kamis, 15 Desember 2011 | 13:30 WIB

DENVER, KOMPAS.com — Sebuah perusahaan satelit komersial Amerika Serikat mengklaim berhasil memotret untuk kali pertama kapal induk China yang sedang berlayar di Laut Kuning.

DigitalGlobe Inc mengatakan, Rabu (14/12/2011), salah satu satelitnya memotret kapal induk itu pada 8 Desember lalu. Seorang analis DigitalGlobe menemukannya pada Selasa (13/12/2011) saat melihat-lihat foto yang dihasilkan satelit tersebut.

Direktur pusat analisis DigitalGlobe, Stephen Wood, mengatakan, dia yakin sekali kapal raksasa dalam foto tersebut merupakan kapal induk China dengan memperhatikan lokasi dan tanggal foto tersebut. Kapal itu sedang menjalani uji coba berlayar.

Menurut perusahaan yang bermarkas di Longmont, Colorado, itu menjual citra satelit dan analisisnya. Klien-klien mereka termasuk militer AS, badan-badan respons situasi darurat, serta perusahaan swasta. Saat ini DigitalGlobe memiliki tiga satelit yang sedang mengorbit, sedangkan satu satelitnya sedang dalam proses pembuatan.

Keberadaan kapal induk China menimbulkan rasa penasaran internasional karena apa yang disebut dugaan atas iktikad China sebagai kekuatan militer.

Uni Soviet membangun kapal yang disebut Varyag, tetapi tidak pernah berhasil menyelesaikannya. Ketika Uni Soviet runtuh, Varyag jatuh ke tangan Ukraina, salah satu republik di bekas Soviet.

China kemudian membeli kapal itu dari Ukraina pada 1998 dan menghabiskan bertahun-tahun untuk melengkapinya. Saat dibeli, kapal itu tidak bermesin, persenjataan, atau sistem navigasi.

Selama ini China mengatakan bahwa kapal itu untuk keperluan riset dan latihan. Hal inilah yang memunculkan spekulasi bahwa negara itu berencana membuat tiruannya.

Sebelumnya, China tidak pernah berbicara banyak tentang rencananya soal kapal induk itu, tetapi dalam beberapa tahun terakhir negara itu mulai terbuka. Hal itu dikatakan Bonnie S Glaser, pakar tentang China di Center for Strategic and International Studies (CSIS).

"Sebelum China benar-benar mengumumkan bahwa mereka mengirim kapal itu untuk uji coba, China mengakui, 'Ya, kami meluncurkan sebuah kapal induk'," kata Glaser.

"Kemajuan kapal induk itu selaras dengan perkiraan militer AS," kata Komodor Leslie Hull-Ryde, juru bicara Departemen Pertahanan AS.

Laporan Departemen Pertahanan ke Kongres tahun ini menyatakan bahwa kapal induk itu bisa dioperasikan oleh Angkatan Laut China akhir tahun ini, sekalipun tidak ada pesawat yang diangkutnya.

"Dari titik itu, diperlukan beberapa tahun sebelum kapal induk itu memiliki armada pesawat yang layak dioperasikan," jelas Hull-Ryde dalam surat elektronik kepada kantor berita Associated Press.

Hull-Ryde menolak untuk mengomentari foto yang disebut DigitalGlobe dengan alasan hal tersebut merupakan urusan intelijen.


Editor : Kistyarini
Sumber: