Minggu, 23 November 2014

News / Internasional

Kehadiran Militer

Inilah Detail Konvoi Kapal Perang Rusia

Rabu, 7 Desember 2011 | 11:10 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com Juru bicara Armada Utara Angkatan Laut Rusia memaparkan detail jumlah kapal dan misi mereka selama perjalanan ke Laut Tengah bulan ini. Sedikitnya sembilan kapal dari tiga armada AL Rusia terlibat dalam misi yang diduga berkaitan dengan peningkatan suhu politik di Timur Tengah.

Juru bicara Armada Utara, Kapten Vadim Serga, mengatakan, gugus tugas AL Rusia dari armada itu telah berangkat hari Selasa (6/12/2011) menuju Samudra Atlantik dan Laut Tengah. Gugus tugas itu dipimpin kapal induk Admiral Kuznetsov dan meliputi kapal perusak kelas Udaloy II, Admiral Chabanenko, kapal tunda penyelamat Nikolai Chiker, dan tiga kapal tanker.

"Tujuan misi ini adalah mempertahankan kehadiran kekuatan laut Rusia di zona-zona maritim vital di seluruh dunia," tandas Serga, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti, Rabu (7/12/2011).

Gugus tugas Armada Utara ini akan bertemu dengan kapal-kapal dari Armada Baltik, yang terdiri atas kapal fregat kelas Neustrashimy, Yaroslav Mudry, dan satu kapal tanker, di Samudra Atlantik. Begitu tiba di Laut Tengah, mereka sudah ditunggu kapal fregat Ladny dari Armada Laut Hitam, yang berangkat lebih dulu, hari Minggu lalu.

Menurut Serga, misi ini merupakan bagian dari rencana latihan tahunan AL Rusia, yang meliputi program pelatihan pilot-pilot AL Rusia untuk mengasah lebih jauh kemampuan mereka tinggal landas dan mendarat di kapal induk.

Sehari sebelumnya, media Rusia mengutip keterangan Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan, kapal-kapal ini akan mampir di Pelabuhan Tartus di Suriah untuk mengisi ulang perbekalan mereka. Namun, keterangan itu dibantah Panglima Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Nikolai Makarov. "Kami tidak mengirim apa pun (ke Suriah)," tandas Makarov, Selasa.

Rusia secara terang-terangan telah menegaskan posisinya menentang segala bentuk tekanan dan sanksi terhadap Suriah. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan kembali, Selasa, Rusia menentang rencana penerapan embargo senjata terhadap Suriah.

Menurut RIA Novosti, kapal induk Admiral Kuznetsov mampu membawa hingga 50 pesawat, termasuk 12-15 unit pesawat tempur Sukhoi Su-33 Flanker-D, 3-5 unit Sukhoi Su-25UTG, dan tak kurang dari 24 helikopter Kamov berbagai tipe, seperti Ka-27S, Ka-27PLO, Ka-29, dan Ka-31. Pada misi kali ini, kapal induk tersebut juga dikabarkan membawa beberapa unit MiG-29K, varian MiG-29 yang mampu mendarat dan lepas landas dari kapal induk.

Kapal induk satu-satunya yang masih dioperasikan Rusia ini juga dilengkapi dengan rudal antikapal permukaan Granit, roket antikapal selam UDAV-1, rudal antipesawat jarak menengah Kinzhal, dan senapan mesin antiserangan udara Kashtan CIWS.

Kapal perusak Admiral Chabanenko adalah pengembangan dari kapal perusak kelas Udaloy I, dengan pengembangan kemampuan berimbang antara fungsi antikapal selam dan antikapal permukaan. Menurut naval-technology.com, kapal sepanjang 163 meter ini dirancang untuk menjadi tandingan kapal perusak kelas Spruance dari AL Amerika Serikat (US Navy). Untuk menjalankan misinya, kapal perang ini dilengkapi rudal antikapal selam SS-N-14, rudal antikapal permukaan SS-N-22 Sunburn, dan rudal antipesawat SA-N-9 Kinzhal.

Kapal fregat Yaroslav Mudry adalah hasil pengembangan fregat kelas Krivak, yang baru dioperasikan AL Rusia pada 2009. Kapal ini dilengkapi dengan sistem rudal antikapal Uran, yang mampu menembakkan rudal jelajah Kh-35 berdaya jelajah hingga 130 km. Untuk menjalankan misi antikapal selam, kapal ini dilengkapi sistem peluncur rudal/torpedo Vodopad NK (SS-N-16 Stalion) yang memiliki daya jelajah hingga 120 km. Kapal ini juga mampu membawa satu helikopter Kamov Ka-27.

Kapal fregat Ladny adalah kapal fregat kelas Burevestnik (atau Krivak menurut sebutan NATO) yang dipersenjatai dengan rudal antikapal selam SS-N-14 dan sistem rudal permukaan ke udara SA-N-4 Gecko. (RIA Novosti, naval-technology.com)


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Marcus Suprihadi