Senin, 28 Juli 2014

News / Internasional

Pasukan AS di Darwin

China: Itu Bukti Mentalitas Perang Dingin

Rabu, 30 November 2011 | 18:39 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Pemerintah China akhirnya berkomentar pedas soal keputusan Amerika Serikat menempatkan 2.500 prajurit Korps Marinir-nya di Darwin, Australia. Menurut China, keputusan tersebut menunjukkan masih adanya "mentalitas perang dingin".

"Kami meyakini bahwa setiap konsolidasi dan pengembangan aliansi militer adalah manifestasi dari sebuah mentalitas perang dingin. Itu sudah tidak sesuai lagi dengan kecenderungan zaman sekarang yang mementingkan perdamaian, pembangunan, kerja sama, dan tidak kondusif dalam meningkatkan rasa saling percaya dan kerja sama antara negara-negara di kawasan ini," tandas Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Geng Yansheng, Rabu (30/11/2011).

Ini adalah komentar terkeras Beijing sejak Presiden AS Barack Obama dua pekan lalu mengumumkan soal penempatan pasukan Marinir tersebut dan menegaskan bahwa AS akan memusatkan perhatian dalam pengembangan militernya di Asia Pasifik. Langkah AS itu dipandang sebagai usaha untuk mengimbangi pertumbuhan kekuatan China di Asia Pasifik.

Sebelumnya, media massa di China lebih dulu menuduh Obama mencoba memenangkan pemilu presiden AS tahun depan dengan memanfaatkan ambisi diplomatiknya di Asia untuk mengalihkan perhatian rakyat AS dari kondisi ekonomi di dalam negeri.

Geng kembali menegaskan posisi China yang mempertahankan kebijakan pembangunan damai dengan semua negara. "Saya berharap pihak-pihak yang terkait akan bekerja lebih keras untuk membantu mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik daripada melakukan hal sebaliknya," ujarnya.

 


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Marcus Suprihadi
Sumber: