Senin, 22 Desember 2014

News / Internasional

MISI MILITER

Kapal Induk Rusia Tiba di Suriah Sebelum Akhir Tahun

Rabu, 30 November 2011 | 16:59 WIB

Terkait

MOSKWA, KOMPAS.com - Para pejabat militer Rusia, Selasa (29/11/2011), membenarkan rencana pengiriman kapal induk Admiral Kuznetsov dan beberapa kapal pendamping ke pangkalan militer Tartus di Suriah. Armada kapal perang tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan akhir dan direncanakan tiba di Suriah sebelum akhir tahun ini.

Kapal induk Admiral Kuznetsov—satu-satunya kapal induk yang masih dioperasikan Angkatan Laut Rusia—akan membawa pesawat-pesawat tempur supersonik dan beberapa helikopter antikapal. Kapal itu akan memimpin konvoi beberapa kapal perang Rusia lainnya, termasuk kapal perusak anti-kapal selam terbaru dan kapal-kapal yang berukuran lebih kecil.

Persiapan akhir konvoi kapal perang itu saat ini sedang dilakukan di pangkalan Armada Utara Rusia di dekat kota Murmansk, Rusia barat laut. Ini adalah konvoi besar-besaran kapal perang Rusia pertama yang mengunjungi Suriah sejak 2008 dan terjadi di tengah situasi yang makin memanas di Suriah terkait dengan tekanan dunia internasional terhadap rezim Presiden Bashar Al-Assad.

Sehari sebelumnya, harian *Izvestia* di Moskwa menyebutkan, misi kunjungan AL Rusia ke Suriah ini dijadwalkan pada musim semi 2012. Namun, berbagai kantor berita lain di Rusia mengabarkan tanggal keberangkatan dipercepat tanpa alasan jelas. Para pejabat tersebut hanya menegaskan, misi ini tak ada kaitannya dengan situasi memanas di Suriah saat ini.

"Kunjungan kapal-kapal kami ke Suriah sudah direncanakan jauh-jauh hari dan tak ada hubungannya dengan kondisi saat ini di Suriah. Misi ini bertujuan meningkatkan latihan kru angkatan laut kami," tutur seorang pejabat Kementerian Pertahanan, yang tak disebutkan namanya, kepada kantor berita ITAR-TASS.

Untuk alasan apa pun
Saat dikonfirmasi, Panglima Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Nikolai Makarov hanya membenarkan akan ada latihan angkatan laut di kawasan di sekitar Suriah. "Kami telah menjadwalkan serangkaian latihan, tetapi semua ini tak ada hubungannya dengan Suriah," tandas Makarov.

Duta Besar Suriah untuk Rusia, Suleiman Abu Diyab, membenarkan misi AL Rusia tersebut tak berkaitan dengan situasi terakhir di Suriah. Meski demikian, Abu Diyab mengindikasikan ada kemungkinan kapal-kapal Rusia itu datang ke Suriah tidak sekadar untuk menjalani perbaikan di pangkalan Tartus.

"Anda tak bisa mengait-kaitkan rencana kunjungan kapal-kapal Rusia ke Tartus dengan situasi terkini di Suriah. Suriah adalah teman Rusia dan kapal-kapal mereka bisa memasuki pelabuhan kami untuk menjalani perbaikan atau untuk alasan apa pun," tandas Abu Diyab.

Dalam laporan *Izvestia* disebutkan, mantan Kepala Staf AL Rusia Laksamana Viktor Kravchenko mengatakan bahwa kehadiran kekuatan militer Rusia di Suriah akan berdampak positif bagi kawasan Timur Tengah, karena bisa mencegah pecahnya konflik bersenjata antara pasukan Suriah dengan kekuatan NATO. "Keberadaan kekuatan militer di luar kekuatan NATO akan menguntungkan bagi kawasan tersebut karena akan mencegah pecahnya konflik bersenjata," tutur Kravchenko.

Pangkalan militer di Tartus dirancang sebagai pos perbaikan cepat kapal-kapal Uni Soviet yang beroperasi di sekitar Laut Tengah pada era Perang Dingin. Saat ini, tidak ada kapal Rusia yang berpangkalan di sana, tetapi sekitar 600 pegawai Kemenhan Rusia ditugaskan di sana.

Rusia akhir-akhir ini makin keras menyuarakan dukungan terhadap rezim Bashar Al-Assad di Suriah dengan menolak setiap ultimatum yang diserukan negara-negara Barat, termasuk seruan embargo senjata total. Suriah menjadi sekutu terpenting Rusia di dunia Arab setelah rezim Moammar Khadafy di Libya tumbang. 


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Robert Adhi Ksp
Sumber: