Minggu, 26 Oktober 2014

News / Internasional

Krisis Timur Tengah

Rusia Kirim Kapal Induk ke Suriah

Senin, 28 November 2011 | 21:40 WIB

Terkait

MOSKWA, KOMPAS.com — Rusia mengirim konvoi kapal perang, termasuk kapal induk Admiral Kuznetsov, ke pangkalan militernya di Suriah. Langkah Moskwa ini dipandang sebagai unjuk kekuatan Rusia yang siap melindungi berbagai kepentingannya di Suriah, yang sedang dikeroyok dunia internasional.

Kabar tersebut disiarkan surat kabar Izvestia, Senin (28/11/2011). Koran tersebut mengutip mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Rusia Laksamana Viktor Kravchenko, yang mengatakan bahwa Rusia berencana mengirimkan kapal induk Admiral Kuznetsov beserta satu kapal patroli, kapal antikapal selam, dan beberapa kapal perang lainnya ke pangkalan militer Rusia di Tartus, kota pelabuhan terbesar kedua di Suriah.

"Keberadaan kekuatan militer di luar kekuatan NATO akan menguntungkan bagi kawasan tersebut karena akan mencegah pecahnya konflik bersenjata," tutur Kravchenko, yang menjabat KSAL Rusia periode 1998-2005.

Seorang juru bicara AL Rusia, yang dikutip Izvestia, membenarkan bahwa satu konvoi kapal Rusia akan dikirim ke pangkalan perawatan di Tartus, Suriah, dalam waktu dekat. Namun, ia membantah pengiriman kekuatan militer Rusia itu terkait dengan kondisi dalam negeri Suriah saat ini.

Suriah saat ini sedang berada dalam tekanan berat dunia internasional setelah PBB melaporkan sekitar 3.500 orang tewas di negara itu akibat penumpasan gerakan demonstrasi rakyat oleh tentara. Rezim Presiden Bashar Al-Assad mengerahkan tank-tank dan meriam artileri untuk memberangus demonstrasi rakyat menuntut reformasi di negara itu.

Tekanan terbaru datang dari Liga Arab, yang menjatuhkan sanksi ekonomi pertama dalam sejarah terhadap Suriah, salah satu pendiri organisasi tersebut. Perancis juga menyerukan pembentukan zona-zona kemanusiaan di Suriah untuk mengakhiri gelombang kekerasan tentara dan pertumpahan darah di sana.

Meski demikian, inisiatif Barat untuk meloloskan resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Suriah diganjal veto dari Rusia dan China. Rusia adalah salah satu sekutu utama Suriah sejak era Perang Dingin, saat Rusia masih menjadi bagian Uni Soviet. Hingga saat ini, Suriah masih menjadi pembeli utama persenjataan Rusia.

Lembaga pemikir pertahanan CAST dari Moskwa menyebutkan, pembelian senjata dari Suriah menyumbangkan 7 persen dari total nilai penjualan senjata Rusia ke luar negeri tahun 2010 sebesar 10 miliar dollar AS.

Pengiriman kapal induk Rusia ke Suriah makin menambah panas suasana di sekitar Timur Tengah, setelah negara-negara NATO masih mempertahankan kapal-kapal perangnya di Laut Tengah seusai operasi di Libya untuk berjaga-jaga apabila terjadi eskalasi di Suriah.

Pekan lalu, stasiun televisi PressTV dari Iran melaporkan, gugus tugas kapal induk USS George HW Bush (CVN-77) milik AS dilaporkan telah tiba di lepas pantai Suriah, setelah Kedutaan Besar AS di Damaskus mendesak semua warga AS di Suriah untuk meninggalkan negara itu.

Kapal induk Admiral Kuznetsov adalah kapal bendera (flagship) atau kapal terbesar di armada AL Rusia. Kapal induk satu-satunya yang masih dioperasikan Rusia itu mampu membawa sedikitnya delapan pesawat tempur Sukhoi Su-33, beberapa MiG-29K, dan dua helikopter, serta mampu meluncurkan rudal jelajah dan rudal darat ke udara.

Pangkalan AL Rusia di Tartus sudah ada sejak era 1970-an dan saat ini menjadi pangkalan perawatan bagi kapal-kapal dari Armada Laut Hitam Rusia. Saat ini tidak ada kapal perang Rusia yang berpangkalan di sana, tetapi ada sekitar 600 pegawai Kementerian Pertahanan Rusia bertugas di Tartus.


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Nasru Alam Aziz
Sumber: