Kamis, 31 Juli 2014

News / Internasional

AS Uji Coba Rudal Hipersonik

Sabtu, 19 November 2011 | 16:10 WIB

HAWAII, KOMPAS.com — AS sukses menguji coba senjata baru hipersonik, berkecepatan lima kali kecepatan suara, dan bisa menyerang target di mana pun di dunia hanya dalam waktu 30 menit.

Pentagon mengatakan, rudal bernama Senjata Hipersonik Lanjutan (Advanced Hypersonic Weapon/AHW) itu diluncurkan dari Hawaii pada Jumat (18/11/2011) pukul 11.30 waktu setempat. Menurut laporan BBC, rudal tersebut meluncur melalui bagian atas atmosfer dan mencapai targetnya, sejauh 3.700 kilometer, di sebuah atol di Kwajalein, Kepulauan Marshall, Pasifik, dalam waktu kurang dari setengah jam.

AHW merupakan bagian dari program untuk membangun rudal-rudal baru jarak jauh berkecepatan tinggi. Senjata-senjata baru itu bertujuan untuk memungkinkan militer AS menyerang sasaran di mana pun di dunia dalam waktu satu jam atau kurang dari itu.

Sebuah pernyataan pihak Pentagon mengatakan, rudal itu mencapai kecepatan hipersonik sebelum menghajar atol di Kwajalein. Istilah hipersonik dirujuk untuk kecepatan yang melebihi Mach 5, lima kali kecepatan suara, atau 6.000 km per jam. Pentagon tidak memberikan rincian tentang kecepatan tertinggi yang dicapai AHW, yang tidak dapat bermanuver seperti rudal balistik tradisional.

Juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Melinda Morgan, seperti dikutip Daily Mail, mengatakan, tujuan uji coba itu untuk mengumpulkan data tentang "aerodinamis, navigasi, panduan dan kontrol, serta teknologi-teknologi perlindungan termal".

Namun, para analis pertahanan Global Security.org, sebagamaimana dilansir BBC, mengatakan, tujuan program itu adalah untuk dapat menyerang target sejauh 6.000 km dalam waktu 35 menit, dengan akurasi 10m.

Awal tahun ini, sebuah laporan Kongres AS mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari proyek untuk mengembangkan sebuah sistem "Promp Global Strike" yang dapat membawa senjata jarak jauh ke mana saja di dunia sambil menghindari terbang di atas negara-negara pihak ketiga. Jika program itu sukses, berarti AS tidak harus lagi bergantung pada penempatan rudal di negara-negara asing.


Editor : Egidius Patnistik