Senin, 21 April 2014

News / Internasional

Obama Puji Peranan NATO di Libya

Selasa, 8 November 2011 | 09:22 WIB

Baca juga

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama bertemu dengan Pemimpin NATO Anders Fogh Rasmussen, Senin (7/11/2011), pada saat para pejabat tinggi sedang membela peran AS dalam kampanye aliansi Barat membantu menggulingkan pemimpin Libya Moammar Khadafy.

Obama dan Rasmussen bertemu di Oval Office dalam satu pertemuan yang dibuka sebentar untuk para fotografer, tetapi tertutup bagi wartawan. Pihak Gedung Putih hanya memberikan beberapa rincian agenda pembicaraan itu. "NATO baru saja menyelesaikan misi yang sangat penting di Libya yang kami percaya dijalankan sangat efektif," kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney.

Partai Republik mengkritik Gedung Putih atas perannya dalam operasi Libya. Menurut Partai Republik, misi itu menunjukkan kepemimpinan yang tidak cukup dari AS dan memungkinkan sekutu seperti Perancis dan Inggris memikul banyak tugas tempur. Namun, para pembantu Obama membantah kritik itu dengan mengatakan, mereka "memimpin dari belakang" dalam upaya itu. Gedung Putih juga menambahkan bahwa  serangan awal AS-lah yang menghabisi pertahanan udara Libya dan peran dukungan seperti aset-aset intelijen penting.

Dubes AS untuk NATO, Ivo Daalder, Senin, mengatakan, taktik presiden "Membuat ruang bagi sekutu untuk menjadi sekutu. Ini adalah cara kerja NATO yang baru, di mana kepemimpinan Amerika di  NATO penting, di mana militer Amerika sangat diperlukan, tetapi di mana Amerika tidak harus melakukan semua itu," kata Daalder di Dewan Atlantik.

"Tidak ada negara di dunia yang bisa melakukan apa yang Amerika bisa, terutama ketika tampil kemampuan seperti (intelijen, pengawasan, dan pengintaian) pengisian bahan bakar udara, gangguan, dan penargetan. Jika Libya harus sukses, Amerika Serikat harus melakukan apa yang hanya Amerika Serikat bisa lakukan," tambah Daalder.

Pertemuan Rasmussen dan Obama terjadi sepekan setelah NATO secara resmi mengakhiri misinya di Libya dan mengatakan bahwa pihaknya telah memenuhi mandat PBB untuk melindungi warga sipil dalam sebuah operasi yang membantu menggulingkan Khadafy. Rasmussen juga bertemu dengan Menlu AS Hillary Clinton, Menteri Pertahanan Leon Panetta, Penasihat Keamanan Nasional Tom Donilon, dan para anggota Senat. Kunjungan itu dilakukan enam bulan sebelum AS menjadi tuan rumah bagi pertemuan puncak NATO di Chicago pada Mei 2012.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: