Kamis, 18 September 2014

News / Internasional

Kawasan

Serangan Militer ke Iran Mungkin Terjadi

Minggu, 6 November 2011 | 16:53 WIB

KOMPAS.com - Suasana kian memanas di kawasan Timur Tengah. Sabtu malam kemarin, Presiden Israel Shimon Peres mengatakan kalau serangan militer ke Iran sangat mungkin terjadi. Sementara, laporan PBB terkait program nuklir Iran akan dirilis pada Selasa (8/11/2011). "Intelijen di berbagai negara yang mengawasi Iran merasa sangat khawatir dan menekan pemerintah mereka untuk memperingatkan bahwa Iran sangat siap menggunakan senjata nuklir," kata Peres dalam sebuah wawancara televisi.

"Kita harus memperhatikan negara-negara ini dan memastikan mereka menjaga komitmen. Ini harus dilakukan dan banyak pilihan untuk melakukannya," tambah Peres sebagaimana warta AP dan AFP.

Sebelumnya, surat kabar Haaretz melaporkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak mencari dukungan kabinet untuk menyerang Iran. Israel dan negara-negara Barat menuding Iran  tengah mengembangkan senjata nuklir.

Haaretz melaporkan belum diambil keputusan apapun soal serangan militer ke Iran. Tetapi, hasil laporan pengawas nuklir Iran itu akan menjadi salah satu acuan keputusan pemerintah Israel.

Dalam laporannya, Haaretz mengatakan sebanyak 15 anggota kabinet keamanan Israel sejauh ini masih menentang rencana serangan militer ke Iran.

Sebelumnya, Badan Urusan Nuklir Dunia (IAEA) memfokuskan perhatiannya pada usaha Iran memproduksi uranium dan plutonium yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik maupun pembangunan persenjataan nuklir. Namun, laporan terbaru ini nampaknya akan fokus pada upaya Iran memasang material radioaktif pada hulu ledak dan membangun peluru kendali untuk membawa hulu ledak nuklir itu.

Terburuk

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan laporan soal nuklir Iran itu didasarkan pada klaim-klaim palsu. "Saya yakin dokumen itu sangat lemah dari sisi keasliannya. Namun jika mereka berkeras, silakan rilis dokumen itu. Lebih baik sesekali langsung menghadapi bahaya dari pada selalu dalam bahaya," kata Salehi seperti dikutip sejumlah media Iran.

Para ahli Israel menggambarkan program nuklir Iran harus diwaspadai. Sementara itu Menlu Israel Avigdor Lieberman mengatakan laporan IAEA itu akan mengungkap tujuan militer Iran sesungguhnya. Lieberman secara terbuka berharap Iran akan menjadi sasaran sanksi dunia internasional selanjutnya.

Israel secara konsisten memperingatkan pilihan yang tersisa terkait program nuklir Iran yang dikhawatirkan negara-negara barat bisa memicu perang nuklir. Namun, berulang kali pula Iran membantah ambisi membangun persenjataan nuklir dan menegaskan nuklir digunakan negeri itu untuk pembangkit listrik dan tujuan damai lainnya.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan negeri itu siap menghadapi semua kemungkinan terburuk.

 
 
 

Penulis: Josephus Primus
Editor : Josephus Primus