Jumat, 28 November 2014

News / Internasional

Azerbaijan Jadi Anggota DK PBB

Selasa, 25 Oktober 2011 | 08:47 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Azerbaijan, Senin (24/10/2011), memperoleh kursi di Dewan Keamanan PBB untuk 2012-2013, setelah Slovenia mundur dari pertarungan sesudah 16 putaran pemilihan.

Kemenangan Azerbaijan itu dipastikan ketika negara itu mendapat 155 suara di Majelis Umum PBB yang memiliki 193 negara anggota. Azerbaijan akan bergabung dengan  Pakistan, Maroko, Guatemala, dan Togo sebagai anggota sementara DK yang beranggotakan 15 negara itu pada Januari.

Dewan Keamanan adalah lembaga yang paling berkuasa di PBB, dengan kemampuan untuk menjatuhkan sanksi dan mengirim penjaga perdamaian.

Beberapa diplomat Barat di New York mengatakan bahwa Azerbaijan mungkin akan bergabung dengan negara-negara lainnya yang melawan desakan baru Amerika Serikat dan Uni Eropa pada sanksi PBB terhadap Iran atau Suriah tahun depan. Mereka mengatakan, Pakistan mungkin akan mengambil pendekatan yang sama.

Seorang diplomat Slovenia jelas kecewa pada majelis ketika ia mengumumkan keputusan negara Alpen kecil dan anggota Uni Eropa itu menarik diri setelah 16 putaran pemilihan gagal menghasilkan pemenang.

"Kami tidak menyetujui cara kampanye ini diadakan dan kami tidak menyetujui cara pemilihan ini diadakan," katanya.

Slovenia telah ketinggalan dari Azerbaijan dengan sekitar 40 suara. Itu akan menjadi penugasan pertama di Dewan Keamanan bagi Azerbaijan, bekas republik Soviet.

Dalam pemilihan dewan yang sangat kompetitif selama bertahun-tahun, hanya Guatemala yang melaju tanpa rintangan di kawasannya. Pakistan berjuang melalui putaran pertama pemilihan, mengalahkan Kirgistan untuk sebuah kursi Asia dengan perhitungan suara minimal yang diperlukan.

Pakistan akan bergabung dengan saingan lamanya India, yang akan di dewan hingga 2012. Dubes Pakistan untuk PBB Abdullah Hussain Haroon menyambut baik terpilihnya negaranya ke badan elit PBB itu dan mengatakan ia mengharapkan akan bekerja baik dengan timpalannya dari India, Hardeep Singh Puri, tahun depan.

Ada lima pemegang hak veto, anggota-anggota tetap bersenjata nuklir di dewan itu -- AS, Inggris, Perancis, Rusia dan China -- dan 10 anggota terpilih sementara dan tanpa hak veto. Dengan India dan Pakistan di dewan itu tahun depan, tujuh dari 15 anggotanya akan merupakan kekuatan nuklir.

Lebanon, Nigeria, Gabon, Bosnia dan Brazil akan meninggalkan Dewan pada Januari. Keempat anggota sementara yang akan tinggal hingga 2012 di samping India adalah Kolombia, Jerman, Portugal dan Afrika Selatan.

India masuk dewan itu tahun ini dan akan tinggal hingga 2012. India dan Pakistan telah berperang tiga kali, dua di antaranya karena Kashmir, sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

Kali terakhir kedua negara bersenjata nuklir itu bertugas bersama di dewan adalah pada 1977. Beberapa diplomat PBB mengatakan, mereka tidak mengharapkan ketegangan regional sebagai akibat dari masuknya Pakistan ke dewan. Pakistan telah menjalani enam masa jabatan dewan sebelumnya.


Editor : Kistyarini
Sumber: