Rabu, 22 Oktober 2014

News / Internasional

Amnesti internasional

Seruan Penahanan terhadap George W Bush

Kamis, 13 Oktober 2011 | 04:09 WIB

OTTAWA, KOMPAS.com — Amnesti Internasional mendesak pihak berwenang Kanada menangkap dan mengadili George W Bush karena mantan Presiden AS itu mengizinkan penyiksaan ketika ia memerintahkan perang pimpinan AS melawan terorisme.

Bush diperkirakan menghadiri pertemuan puncak ekonomi di Surrey, provinsi British Columbia, di wilayah paling barat Kanada, pada 20 Oktober.

Amnesti Internasional yang bermarkas di London menuntut tanggung jawab hukum dari Bush atas serangkaian pelanggaran hak asasi manusia dalam sebuah memorandum yang diajukan bulan lalu kepada Pemerintah Kanada, tetapi baru belakangan dipublikasikan media.

"Kanada terikat kewajiban internasional untuk menangkap dan mengadili mantan Presiden Bush karena tanggung jawabnya atas kejahatan sesuai dengan hukum internasional yang mencakup penyiksaan," kata Susan Lee dari Amnesti Internasional dalam sebuah pernyataan.

"Karena Pemerintah Amerika Serikat sejauh ini tidak menyeret mantan Presiden Bush ke pengadilan, masyarakat internasional harus bertindak. Kegagalan Kanada mengambil tindakan selama kunjungannya akan melanggar Konvensi PBB mengenai Penyiksaan dan merupakan penghinaan terhadap hak asasi fundamental," kata Lee.

Amnesti Internasional, yang didukung oleh Kelompok Pengamat Kebebasan Sipil Internasional, mengatakan, Bush mengizinkan penerapan "teknik interogasi canggih" dan "penyiksaan waterboarding" terhadap tahanan yang disekap di penjara rahasia oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA) antara 2002 dan 2009.

Program penahanan mencakup "penyiksaan dan kekejaman lain, perlakuan tidak manusiawi dan penghinaan (seperti dipaksa berdiam diri selama berjam-jam dalam posisi yang menyakitkan dan kurang tidur), serta memberlakukan penghilangan," kata kelompok itu.

Memorandum Amnesti Internasional itu menyebutkan sejumlah kasus penyiksaan terhadap beberapa individu di fasilitas penahanan angkatan laut Teluk Guantanamo, di Afganistan, dan di Irak oleh militer AS.

Kasus-kasus itu antara lain dialami oleh Zayn al Abidin Muhammed Husayn (dikenal sebagai Abu Zubaydah) dan dalang serangan 11 September, Khalid Sheikh Mohammed. Kedua orang itu ditangkap di Pakistan dan mengalami sedikitnya 226 penyiksaan waterboarding dari 2002 hingga 2003. Amnesti Internasional menyampaikan hal itu dengan mengutip laporan inspektur jenderal CIA.

Waterboarding adalah teknik interogasi dengan mengikat tangan dan wajah tahanan sebelum kemudian menenggelamkan kepalanya secara paksa ke dalam air.

 


Editor : Jimmy Hitipeuw
Sumber: