Senin, 24 November 2014

News / Internasional

Hizbullah: AS Dalangi Kerusuhan Kairo

Selasa, 11 Oktober 2011 | 09:34 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Kelompok Hizbullah Lebanon menuduh Amerika Serikat mendalangi gelombang kekerasan sektarian di Mesir.

Kerusuhan pecah di Kairo pada Minggu (9/10/2011) saat sekitar 1.000 penganut Kristen Koptik berunjuk rasa memprotes penghancuran geraja di wilayah selatan Mesir.

Bentrokan pecah ketika para pengunjuk rasa mulai melempari polisi dengan batu dan bom molotov serta membakar mobil aparat, kata para saksi.

Kelompok Hizbullah, dalam pernyataannya, Senin, mengatakan, bentrokan itu merupakan bagian dari proyek Amerika Serikat untuk memecah belah Timur Tengah berdasarkan agama dan ras.

Organisasi ini menyerukan kepada rakyat Mesir untuk waspada dan mencoba mencari cara untuk menyelesaikan masalah melalui negosiasi.

Korban tewas dalam kerusuhan itu menjadi 36 orang, dengan lebih dari 320 orang terluka, televisi Al-Arabiya mengutip keterangan Kementerian Kesehatan.

Diskriminasi terhadap umat Koptik yang hanya 10 persen dari populasi Mesir "didukung" oleh pemerintah mantan Presiden Husni Mubarak, menurut laporan tentang kebebasan beragama oleh Departemen Luar Negeri AS.

Beberapa warga Kristen mengatakan, kebijakan itu berlanjut di bawah dewan militar yang mengambil alih kekuasaan setelah kejatuhan Mubarak.


Editor : Kistyarini
Sumber: