Jumat, 25 April 2014

News / Internasional

Kematian Steve Jobs Dalam Foto

Jumat, 7 Oktober 2011 | 09:16 WIB

Baca juga

NEW YORK, KOMPAS.com — Steve Jobs bukan kepala negara atau bintang Hollywood. Namun, kematian si jenius visioner yang membentuk kembali dunia itu mendapat banyak curahan kasih dari penjuru dunia, dari masyarakat biasa hingga tokoh-tokoh dunia, bahkan para pesaingnya di dunia bisnis. Jobs pun dilihat sebagai ikon budaya yang termasyhur.

Para penggemar produk Apple, perusahaan komputer yang ikut didirikan dan dibesarkan Jobs, berkumpul di toko-toko Apple di berbagai belahan dunia untuk mengekspresi tanda dukacita mereka dengan berbagai cara. Di markas besar Apple di Cupertino, California, AS, para pelayat berkumpul di luar untuk meletakkan karangan bunga dan menyalakan lilin sepanjang malam. Para siswa di China menulis nama Jobs dalam huruf China.

Tokoh-tokoh di dunia politik, bisnis, olahraga, serta hiburan pun tak ketinggalan mengungkapkan belasungkawa atas kematian Jobs yang telah merevolsui perkembangan teknologi. Sejumlah ucapan paling menyentuh muncul dari pesaing terbesarnya di dunia bisnis, yang justru mengagumi dia sebagai pesaing dan manusia.

Bill Gates, pendiri Microsoft yang merupakan perusahaan saingan Apple dan teman Jobs, mengatakan, "Dunia jarang melihat seseorang yang memberi dampak mendalam seperti yang telah dilakukan Steve, efeknya akan dirasakan generasi-generasi yang akan datang." Sementara pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan, "Steve, terima kasih telah menjadi mentor dan teman. Terima kasih telah menunjukkan bahwa apa yang Anda bangun dapat mengubah dunia. Saya akan merindukanmu. "

Tim Cook, yang menggantikan Jobs sebagai chief executive Apple, mengatakan, "Steve meninggalkan sebuah perusahaan yang hanya dia yang bisa membangunnya, dan semangatnya selamanya akan menjadi landasan Apple. "

Presiden AS, Barack Obama, mengatakan, "Dia mentransfomasi kehidupan kita, mendefinisi ulang seluruh industri, dan mencapai salah satu prestasi paling langka dalam sejarah manusia. Ia mengubah cara setiap kita melihat dunia."


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: