Rabu, 3 September 2014

News / Internasional

Peralatan

Airbus Tawarkan Pesawat Versi Militer

Selasa, 4 Oktober 2011 | 21:07 WIB

KOMPAS.com - Berangkat dari Sevilla sejak Rabu (28/9/2011), pesawat Airbus C295 versi militer akhirnya mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma pada Selasa (4/10/2011). Selama perjalanan, pesawat telah melalui 6.800 mil laut selama 32 jam dengan 5 pemberhentian.

Menurut rencana, pesawat akan melakukan tur demonstrasi selama dua minggu di Indonesia. Selama acara tersebut, pihak Airbus akan bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU) dan PT Dirgantara Indonesia. Pesawat ini merupakan penawaran Airbus untuk memenuhi kebutuhan TNI AU.

Pesawat ini dapat mengangkut hingga 71 pasukan, 49 penerjung payung dengan peralatan lengkap ditambah dengan satu orang penerjun utama. Dengan konfigurasi evakuasi medis (MEDEVAC), C295 dapat membawa hingga 24 tandu dengan 6 kursi tambahan untuk petugas medis.

Selanjutnya, C295 juga memiliki APTS (Autonomous Pallet Transfer System – sistem transfer palet kargo otomatis) yang dapat diletakkan di bagian belakang pesawat. APTS ini memudahkan proses memasukkan maupun mengeluarkan palet kargo di daerah terpencil, tanpa membutuhkan peralatan dukungan darat.

Selama tur, pesawat C295 akan terbang ke berbagai daerah di Indonesia dan melakukan sejumlah demonstrasi seperti pendaratan pendek di landasan tidak beraspal, proses pemuatan kargo dengan berbagai macam peralatan, dan uji terbang dalam berbagai misi dan kondisi. C295 generasi baru ini merupakan pesawat bisa dimanfaatkan untuk misi militer maupun sipil bagi masyarakat seperti misi kemanusiaan, pengawasan maritim dan pengawasan lingkungan.

Pesawat C295 merupakan bagian dari keluarga Airbus Military bagian pengangkut udara ringan dan medium, termasuk dengan pesawat yang lebih kecil seperti C212 dan CN235.


Penulis: Josephus Primus
Editor : Josephus Primus