Mahmoud Abbas Bergeming - Kompas.com

Mahmoud Abbas Bergeming

Kompas.com - 25/09/2011, 16:53 WIB

KOMPAS.com — Pembangunan terus-menerus kawasan permukiman warga Israel di Tepi Barat mengganggu Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas. Bahkan, hal ini berlangsung hingga kepulangannya seusai menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Maka dari itu, sebagaimana warta AP dan AFP pada Minggu (25/9/2011), Abbas mengatakan bahwa dia menyambut dingin usulan kelanjutan dialog perdamaian oleh mediator internasional. "Kami tak berurusan dengan inisiatif apa pun yang tidak mengandung poin penghentian pembangunan permukiman warga Yahudi atau penegasan terhadap batas wilayah tahun 1967," katanya.

Hal kedua, yakni soal batas wilayah itu, memang menjadi bahan yang disampaikannya kepada sejumlah delegasi negara anggota PBB. "Ini waktunya bagi warga saya yang berani dan penuh kebanggaan, setelah hampir satu dekade menderita tanpa henti di bawah pemerintahan kolonial dan kerap mengalami pengusiran, untuk hidup seperti warga lainnya di dunia, hidup bebas di tanah merdeka dan berdaulat," katanya.

Palestina telah menghentikan pembicaraan damai langsung dengan Israel pada 2010 setelah Israel tetap meneruskan pembangunan permukiman warganya di wilayah yang mereka duduki di Tepi Barat.

Sebelumnya empat negosiator Timur Tengah mendesak Israel dan Palestina untuk melanjutkan pembicaraan damai dalam satu bulan ini. Tujuannya, mencapai kesepakatan pada akhir 2012.

Reaksi empat perunding, yaitu Uni Eropa, PBB, AS, dan Rusia, disampaikan setelah Mahmoud Abbas secara resmi mengajukan permohonan kepada PBB agar diakui sebagai negara merdeka.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan, dia berharap kedua pihak memberikan reaksi positif terhadap rencana itu.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada PBB bahwa inti dari konflik bukan mengenai pembangunan permukiman, melainkan penolakan Palestina terhadap Israel sebagai negara Yahudi.

EditorJosephus Primus
Terkini Lainnya
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Megapolitan
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Megapolitan
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Megapolitan
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Megapolitan
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Regional
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Megapolitan
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
Regional
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Internasional
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Regional
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Nasional
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Megapolitan
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Nasional
Pengebom Manchester 'Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Internasional
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Megapolitan
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Regional

Close Ads X