Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Internasional

Peringatan Satu Dekade 11 September

Obama: Amerika Tak Surut Perangi Terorisme

Minggu, 11 September 2011 | 11:19 WIB

Terkait

SHANKSVILLE, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjanji bahwa AS tidak akan goyah sedikit pun dalam memerangi terorisme.

Hal yang sama disampaikan pendahulunya bahwa AS tidak akan pernah lupa pada tragedi 11 September dan para pahlawan yang membantu mempertahankan negara.

Peringatan 10 tahun tragedi mematikan itu hingga kini masih terpatri dalam ingatan kolektif masyarakat AS. Warga AS di seluruh negeri memberi penghormatan kepada mereka yang menjadi korban teroris pada 11 September.

Di New York dan Washington, misalnya, polisi meningkatkan keamanan dan kewaspadaan karena peringatan 10 tahun tragedi ini masih di bawah ancaman teror.

Kerabat para korban 11 September berkumpul di Shanksville, Pennsylvania, di mana mantan Presiden AS George W Bush dan Bill Clinton, serta Wapres AS Joe Biden memperingati korban pesawat United Airlines 93 yang dibajak teroris.

Bush memberi penghormatan kepada 40 penumpang dan kru pesawat yang membantu mencegah bencana lebih lanjut ketika teroris yang membajak pesawat itu berencana menabrakkan pesawat ke Gedung Capitol. Bush mengatakan, tragedi 11 September masih meninggalkan rasa sakit pada keluarga korban.

”Dalam rentang waktu satu dekade, tragedi 11 September dirasakan dalam era berbeda. Namun, bagi keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta, beberapa di antaranya bergabung dengan kita di sini, 11 September tak pernah dapat dilupakan,” kata Bush.

”Peristiwa itu masih terasa sangat kuat dalam ingatan dan juga rasa sakitnya. Amerika berbagi kesedihan dengan Anda. Amerika Serikat tak akan pernah melupakan tragedi 11 September,” kata Bush.

Sejumlah peringatan 10 tahun peristiwa 11 September digelar di beberapa kota di AS pada hari Minggu  (11/9/2011) ini.

Hari Sabtu, Obama bertemu dengan tim keamanan nasional, meninjau upaya-upaya mengurangi ancaman teroris potensial.

Tak ada perubahan rencana. Obama menghadiri upacara di Ground Zero di New York dan Shanksville hari Minggu.

Hari Sabtu, Bush bergabung dengan Menhan Leon Panetta dan Kepala Pertahanan era Bush, Donald Rumsfeld, pada upacara peletakan karangan bunga untuk menghormati pekerja Pentagon dan penumpang pesawat yang meninggal di sana.

New York menggelar beberapa kegiatan, salah satunya warga bergandeng tangan membentuk rantai melalui kawasan Manhattan untuk memperingati 343 petugas pemadam kebakaran yang tewas di World Trade Center.

Presiden AS Barack Obama menegaskan bahwa terorisme tidak akan pernah menang. ”Sepuluh tahun lalu, warga biasa Amerika menunjukkan kepada kita arti keberanian yang sebenarnya ketika mereka menaiki tangga, menembus kobaran api, juga masuk ke dalam kokpit pesawat,” kata Obama yang disiarkan di radio dan internet.

”Kami akan melindungi negara yang kami cintai ini dan membuat negara ini lebih aman, lebih kuat, dan lebih makmur hingga ke generasi berikutnya,” kata Obama, ”hari ini Amerika kuat dan Al Qaeda terkalahkan.” 

Di London, mantan PM Inggris Tony Blair, yang memainkan peran kunci dalam menanggapi serangan 11 September, mengatakan, kekuatan Barat harus dipuji untuk mengurangi ancaman teroris. Blair mengingatkan para pemimpin dunia untuk tetap waspada.

”Saya pikir kita telah menghancurkan jaringan Al Qaeda,” kata Blair kepada radio BBC, ”namun, saya tidak berpikir ini sudah berakhir. Saya kira kaum Islam radikal yang membentuk kelompok teroris, masih bersama kita saat ini.”

Amerika Serikat memimpin invasi ke Afganistan setelah serangan 11 September 2001 dan menggulingkan Taliban yang dituduh menyembunyikan otak serangan 11 September Osama bin Laden. Namun, kelompok Islam itu bersikeras ”tidak memiliki peran apa pun dalam serangan 11 September”.


Editor : Robert Adhi Ksp
Sumber: