Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jet Kosong Jemput Sandal Pribadi

Kompas.com - 05/09/2011, 16:32 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Mayawati (55), politisi wanita paling berpengaruh di India, yang biasa menyebut dirinya pembela kaum tertindas "tak tersentuh" negara, ternyata selalu hidup mewah dalam kesehariannya. Suatu ketika dia pernah mengirimkan jet pribadinya untuk mengambil sepasang sandalnya di Mumbai. Dia juga mempekerjakan beberapa pencicip makanan untuk menghindari keracunan makanan.            

Demikian kawat diplomatik AS yang dibocorkan oleh WikiLeaks, sebagaimana dirilis Agence France-Presse, Senin (5/9/2011). Mayawati adalah Menteri Besar Kepala Negara Bagian Uttar Pradesh dan Ketua Partai Bahujan Samaj (BSP), sekaligus anggota kelompok "tak tersentuh" atau Dalit, yang berjuang menghapus diskriminasi atas dasar kasta.            

Dalam surat rahasia Kedutaan AS di India tahun 2007-2009, yang dirilis situs WikiLeaks dalam beberapa hari terakhir menjelaskan,  Mayawati sebagai "maniak kelas pertama"  yang "terobsesi menjadi perdana menteri".  

Mayawati merayakan ulang tahunnya setiap tahun dengan menerima jutaan dolar AS sebagai hadiah dari "anggota partai penjilat, PNS dan para pebisnis". Sedangkan para pejabatnya berebutan untuk mendapat kesempatan memberinya kue ulang tahun.            

"Ketika dia membutuhkan sandal baru, pesawat jet pribadinya terbang kosong (tanpa penumpang) ke Mumbai untuk mengambil merek pilihannya," demikian surat rahasia tertanggal 23 Oktober 2008.             

Selain itu, Mayawati juga mempekerjakan beberapa pencicip makanan untuk menjaganya agar tidak keracunan makanan.            

Mayawati juga membangun jalan pribadi yang tidak dilalui oleh publik.  Kawat diplomatik itu melukiskan dengan terang benderang tentang "keinginan eksentrisitas  dan ketidakamanan" sang Ratu Dalit itu.            

"Dia membangun jalan pribadi dari tempat tinggalnya ke kantornya, dan kemudian segera dibersihkan setelah konvoi beberapa kendaraannya telah mencapai tujuannya," kata kabel diplomatik itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com