Senin, 20 Oktober 2014

News / Internasional

Kapal Induk China Mulai Dicoba Berlayar

Rabu, 10 Agustus 2011 | 14:40 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Kapal induk pertama China, yang dibangun dari sisa-sisa kapal induk eks-Uni Soviet, dikabarkan memulai uji pelayaran, Rabu (10/8/2011). Meski demikian, diperkirakan masih butuh waktu cukup lama sebelum kapal induk ini beroperasi penuh.

Kementerian Pertahanan China dalam sebuah pernyataan resmi, mengatakan, uji coba pelayaran ini tidak akan berlangsung lama. "Menurut rencana uji coba, uji pelayaran pertama ini tidak akan berlangsung lama," ungkap pernyataan resmi tersebut.

Andrei Chang, analis militer China dari Kanwa Information Centre, mengatakan, berdasarkan pengalaman di negara-negara produsen kapal induk, seperti Rusia dan Perancis, uji pelayaran perdana ini diperkirakan hanya akan berlangsung sekitar satu jam. "Uji pelayaran perdana ini hanya untuk mengetes berbagai fungsi dasar kapal, seperti mesinnya berfungsi atau tidak," ujar Chang.

Menurut Kemhan China, setelah selesai menjalani uji pelayaran pertama, kapal induk tersebut akan kembali ke galangan kapalnya di kota pelabuhan Dalian, China timur, untuk melanjutkan proses pembangunan kembali dan berbagai uji coba.

Kapal induk tersebut dibangun dari rongsokan kapal induk Varyag yang dulunya dipesan untuk melengkapi Angkatan Laut Uni Soviet. Namun, setelah negara komunis itu bubar, badan kapal yang sudah jadi tidak dilanjutkan dibangun hingga tuntas dan menjadi besi tua di Ukraina.

Sebuah perusahaan yang berbasis di Makau kemudian membeli besi tua tersebut akhir 1990-an, dan menariknya ke China dengan alasan akan dijadikan kasino. Belakangan diketahui, perusahaan tersebut sebenarnya dimiliki pemerintah China dan kapal itu dibeli untuk dibangun kembali.

Namun, meski rumor tentang pembangunan kembali kapal induk ini sudah beredar cukup lama, baru awal Juni lalu pihak militer China mengakui sedang membangun kapal induk tersebut. Itu pun mereka mengatakan hanya akan menggunakan kapal induk tersebut sebagai basis eksperimen dan riset untuk belajar membuat kapal induk sendiri.

Menurut Chang, berdasarkan gambar-gambar terbaru kapal induk tersebut, ia tidak melihat adanya perangkat kabel penahan (arresting gear) yang lazim digunakan untuk membantu pengereman pesawat saat mendarat di landasan ekstra pendek di geladak kapal induk.

Fakta itu menunjukkan China belum menguasai teknologi pembuatan kabel penahan tersebut, atau memang hanya bertujuan memfungsikan kapal induk ini sebagai kapal induk helikopter. "Itu artinya, mereka tidak bisa mendaratkan pesawat tempur di kapal itu, hanya helikopter saja," tutur Chang.

Pembangunan kapal induk China ini menjadi salah satu usaha pengembangan kekuatan militer China yang makin menambah kekhawatiran negara-negara tetangganya.


Editor : Robert Adhi Kusumaputra
Sumber: